Padahal Jauhnya Sekitar 200 Km, Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Tajur Citeureup Bogor!

Suasana pagi di kawasan Tajur, Citeureup, Kabupaten Bogor, yang biasanya disambut dengan udara sejuk khas daerah penyangga ibu kota, mendadak berubah menjadi tidak biasa. Hari itu, usai menunaikan ibadah salat Subuh, Ika berencana memulai rutinitas paginya seperti biasa: membuka pintu depan, menyapu teras, dan menyiram tanaman di halaman rumah. Namun, langkah kakinya terhenti tepat di ambang pintu.

Rasa kaget tak tertahankan menghinggapinya saat melihat seluruh permukaan lantai teras, dedaunan di pekarangan, hingga kap mobil yang terparkir tertutup selembar lapisan tipis berwarna abu-abu kehitaman. Awalnya, Ika mengira lapisan halus itu hanyalah debu jalanan atau sisa pembakaran sampah tetangga yang terbawa angin malam. Namun, ketika ia menyentuhnya, tekstur pasir halus itu terasa sedikit kasar dan memiliki aroma belerang tipis yang khas. Setelah mengecek berita di media sosial dan televisi lokal, barulah ia menyadari fakta yang mengejutkan: lapisan tersebut adalah abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau.

Erupsi hebat yang terjadi di Selat Sunda malam sebelumnya rupanya melontarkan material vulkanik hingga ribuan meter ke udara. Dorongan angin kencang di lapisan atmosfer atas membawa sebaran abu tersebut mengangkut puluhan kilometer ke arah timur hingga tenggara, melintasi wilayah Banten dan akhirnya menjangkau kawasan Bogor, termasuk wilayah Citeureup. Fenomena ditemukannya abu vulkanik hingga ke halaman rumah warga di Tajur menjadi bukti betapa dahsyatnya daya jangkau sebaran abu erupsi gunung berapi.

Bagi Ika dan sebagian besar warga Tajur, fenomena ini tentu menjadi pengalaman yang cukup menegangkan sekaligus langka. Jarak antara Selat Sunda dan Citeureup yang terbilang cukup jauh tidak pernah membuat warga membayangkan bahwa dampak langsung erupsi bisa sampai ke teras rumah mereka. Ika yang awalnya berencana menyapu halaman menggunakan sapu lidi biasa, segera beralih menyiramnya dengan air mengalir agar partikel abu mikroskopis tersebut tidak berterbangan dan terhirup.

Peristiwa menyebarnya abu vulkanik hingga ke pemukiman warga ini langsung memicu imbauan dari pihak berwenang agar masyarakat tetap waspada. Warga diminta untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan demi mengantisipasi gangguan pernapasan atau ISPA akibat partikel silika pada abu vulkanik. Selain itu, warga juga disarankan untuk menutup penampungan air bersih dan segera membersihkan atap serta halaman rumah menggunakan air basah agar abu tidak membahayakan kesehatan keluarga maupun merusak struktur bangunan. Kejadian pagi itu menjadi pengingat nyata bagi Ika dan warga Bogor akan kekuatan alam yang luar biasa dan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak bencana vulkanik, bahkan dari jarak jauh sekalipun./rey

Pos terkait

Ingin selalu terdepan dengan berita terkini?

Ikuti Mahaganews.com WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.

Ikuti sekarang →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *