MAHAGANEWS.COM, BOGOR – Sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor dipastikan akan terdampak kebijakan pemadaman listrik bergilir yang diterapkan oleh PT PLN (Persero). Langkah ini terpaksa diambil oleh pihak PLN sebagai upaya strategis untuk menjaga kestabilan pasokan daya serta mencegah terjadinya gangguan sistem kelistrikan yang jauh lebih luas.
Berdasarkan pengumuman resmi yang dirilis melalui pamflet digital, durasi pemadaman listrik untuk setiap wilayah yang terdampak diperkirakan akan berlangsung hingga 3 Jam lamanya. Pemadaman ini akan dilakukan secara berkala dan bergantian antar-wilayah.
Warga Citeureup Mengeluh: “Mati Lampu Tiba-tiba Tanpa Pemberitahuan!”
Meskipun pamflet imbauan telah dikeluarkan, pelaksanaan di lapangan memicu gelombang keluhan dari masyarakat, salah satunya di wilayah Citeureup. Banyak warga yang mengaku kaget karena aliran listrik mendadak terputus tanpa adanya sosialisasi atau pemberitahuan awal yang jelas ke tingkat rukun tetangga maupun lingkungan.
Rian (34), salah seorang warga Citeureup yang membuka usaha rumahan, mengeluhkan dampak langsung dari pemadaman sepihak ini. Aktivitas usahanya terpaksa mandek total karena ketergantungan penuh pada arus listrik.
“Sama sekali tidak ada pemberitahuan ke warga sebelumnya. Tahu-tahu langsung mati pet begitu saja. Kalau ada jadwal atau edaran yang jelas lewat pengurus RT/RW kan kami bisa bersiap-siap dulu, tidak langsung panik seperti ini. Alat elektronik di rumah juga rawan rusak kalau sering mati mendadak tanpa aba-aba,” ujar Rian dengan nada kecewa, Sabtu (20/6/2026).
Keluhan senada juga disampaikan oleh ibu rumah tangga di wilayah yang sama, yang merasa kesulitan karena pemadaman terjadi di tengah cuaca terik dan mengganggu aktivitas dapur serta pengisian bak air bersih.
Alasan di Balik Pemadaman Bergilir
Pihak PLN menjelaskan bahwa situasi ini merupakan bagian dari manajemen beban guna mengantisipasi kendala teknis besar di kemudian hari. Dengan melakukan pemadaman terkontrol di beberapa titik, beban pasokan listrik diharapkan tetap stabil dan mempercepat pemeliharaan jaringan.
Masyarakat sangat berharap PLN dapat lebih transparan dan disiplin dalam membagikan jadwal pemadaman secara rutin yang khusus berlaku di area tempat tinggal warga melalui kanal informasi resmi atau koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
Panduan Penting Bagi Warga Menghadapi Pemadaman
Guna meminimalisir dampak buruk dan kerugian materiil akibat hilangnya aliran listrik, masyarakat disarankan untuk tetap melakukan langkah-langkah antisipasi mandiri berikut:
-
Siapkan Penerangan Darurat: Pastikan lilin, lampu darurat (emergency lamp), atau senter sudah diletakkan di tempat yang mudah dijangkau.
-
Isi Daya Perangkat Komunikasi: Segera lakukan pengisian daya penuh (full charge) pada ponsel dan perangkat elektronik penting lainnya kapan pun listrik menyala.
-
Cabut Colokan Elektronik: Demi menghindari kerusakan komponen akibat lonjakan arus saat listrik kembali hidup, segera cabut kabel perangkat sensitif seperti televisi, kulkas, dan komputer dari stopkontak.
-
Bijak Menggunakan Listrik: Gunakan listrik secara bijaksana di luar jam pemadaman demi membantu mempercepat pemulihan stabilitas sistem.
Mengingat situasi ini memengaruhi kenyamanan bersama, warga diharapkan saling berbagi informasi terkini kepada keluarga dan tetangga sekitar agar lingkungan tetap kondusif dan selalu mengutamakan keselamatan selama masa pemadaman berlangsung.









