BOGOR — Mengombinasikan pendekatan edukatif dari hulu hingga tindakan tegas yang memiskinkan sindikat di hilir, Badan Narkotika Nasional (BNN) memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Lido, Bogor, Jawa Barat.
Peringatan HANI tahun ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Penyesuaian jadwal ini memuat pesan simbolis yang kuat: perlindungan anak dari ancaman bahaya narkotika adalah fondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
Mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan ANANDA BERSINAR Menuju Indonesia Emas 2045”, puncak acara diwarnai oleh peluncuran gerakan nasional baru, pemusnahan barang bukti, hingga pembuktian penindakan hukum bernilai ratusan miliar rupiah.
Peluncuran Gerakan ANANDA BERSINAR: Menjadikan Anak Pusat Proteksi
Momen penting dalam peringatan kali ini adalah peresmian Gerakan ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika). Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago, didampingi Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto.
Peluncuran ini turut disaksikan oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi negara, antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Ekonomi Kreatif, Kepala Staf Presiden RI, Wakil Jaksa Agung RI, Kepala BPJPH, serta Kabareskrim POLRI.
Gerakan ini menempatkan anak-anak sebagai fokus utama melalui pendekatan pencegahan dini (preemptive) yang melibatkan:
- Lingkungan Keluarga: Penguatan karakter dan pengawasan orang tua.
- Satuan Pendidikan: Kurikulum dan lingkungan sekolah yang bersih dari narkoba.
- Masyarakat dan Pemangku Kepentingan: Penyediaan lingkungan tumbuh kembang yang aman dan terintegrasi.
Ketegasan Hukum: Pemusnahan Barang Bukti dan Miskinkan Sindikat Rp165 Miliar
Tidak hanya berfokus pada pencegahan, BNN menegaskan komitmen penindakan hukum (law enforcement) secara transparan dan akuntabel. Di hadapan para pejabat Kabinet Merah Putih, BNN menggelar pemusnahan barang bukti narkotika hasil sitaan secara simbolis.
Selain itu, BNN juga mengekspos keberhasilan pengungkapan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berasal dari kejahatan narkotika dengan nilai aset mencapai Rp165 miliar.
Melalui pendekatan follow the money, BNN menargetkan penghentian aliran dana jaringan peredaran gelap. Strategi memiskinkan sindikat ini dipandang efektif untuk melumpuhkan daya operasional para pelaku hingga ke akarnya.
“Pemberantasan narkotika tidak cukup hanya dengan menangkap pelaku di lapangan. Memotong rantai keuangan dan menyita aset hasil kejahatan adalah langkah mutlak untuk memastikan jaringan mereka tidak dapat bangkit kembali,” tegas BNN.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan Bangsa
Peringatan HANI 2026 menegaskan kembali bahwa perang melawan narkoba (War on Drugs) membutuhkan kolaborasi holistik dari seluruh komponen bangsa—mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, media, komunitas, hingga sektor swasta.
Melalui sinergi antara pencegahan berbasis anak (ANANDA BERSINAR) dan penindakan hukum berkeadilan, BNN optimistis Indonesia mampu melahirkan generasi unggul, tangguh, dan bebas narkoba demi menyongsong kemajuan bangsa pada 2045.








