1. Pemilihan Bibit Unggul (DOC atau Pullet)
-
DOC (Day Old Chick): Bibit ayam berumur satu hari. Harganya relatif lebih murah, namun membutuhkan waktu pemeliharaan sekitar 18 minggu hingga ayam mulai bertelur.
-
Pullet (Ayam Siap Telur): Ayam dara berusia 13–16 minggu. Opsi ini lebih praktis karena dalam hitungan minggu ayam sudah siap memasuki masa produksi telur.
2. Manajemen dan Model Kandang yang Tepat
-
Keunggulan Kandang Baterai: Memudahkan proses pengumpulan telur, menghemat ruang, serta mencegah telur pecah atau dimakan oleh ayam itu sendiri.
-
Sirkulasi & Pencahayaan: Pastikan ventilasi udara berjalan lancar. Ayam membutuhkan pencahayaan sekitar 14–16 jam sehari (kombinasi sinar matahari dan lampu) untuk merangsang hormon pembentukan telur.
-
Kebersihan Kandang: Jaga area alas kandang agar tetap kering untuk mencegah penumpukan gas amonia dari kotoran yang dapat memicu penyakit pernapasan.
3. Pemberian Pakan Berprotein Tinggi dan Air Minum
-
Nutrisi Seimbang: Berikan pakan khusus layer yang mengandung kadar protein 16–18% serta kalsium tinggi untuk pembentukan cangkang telur yang kuat.
-
Jadwal Teratur: Berikan pakan secara disiplin dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari.
-
Ketersediaan Air: Sediakan air minum bersih tanpa batas (ad libitum). Kekurangan air minum dalam hitungan jam saja dapat menurunkan produksi telur secara drastis.
4. Program Kesehatan, Vaksinasi, dan Biosekuriti
-
Vaksinasi Rutin: Lakukan vaksinasi secara berkala (seperti ND/Tetelo, IB, dan AI/Flu Burung) sesuai jadwal tingkatan umur ayam.
-
Biosekuriti: Batasi akses orang luar untuk masuk ke area dalam kandang dan lakukan penyemprotan disinfektan secara berkala.
-
Pemberian Vitamin: Tambahkan multivitamin pada air minum saat terjadi perubahan cuaca ekstrem atau setelah pemindahan kandang guna mencegah tingkat stres pada ayam.
5. Teknik Panen dan Sortir Telur
-
Waktu Panen: Ambil telur 2 sampai 3 kali sehari (pagi, siang, dan sore) agar tidak terlalu lama menumpuk di dalam kandang.
-
Pembersihan & Sortir: Pisahkan telur berdasarkan ukuran dan kualitasnya. Bersihkan kotoran yang menempel menggunakan kain lap kering atau amplas halus. Hindari mencuci telur dengan air biasa karena dapat merusak lapisan pelindung alami pada cangkang.
Penulis : (STB
Editor : Ubay







