Hoaks Akses TPA Cipayung Ditutup Dipatahkan: DLHK Depok Garansi Pengangkutan Sampah Tetap Berjalan Normal

banner 468x60

Depok,  mahaganews.com – Isu mengenai penghentian layanan publik dan penutupan fasilitas vital daerah kerap kali memicu kegelisahan di tengah masyarakat. Hal inilah yang sempat terjadi di Kota Depok, Jawa Barat, menyusul beredarnya kabar bahwa akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung akan ditutup total selama tiga hari, terhitung sejak 6 hingga 8 Agustus 2026.

Isu penutupan tersebut secara cepat memicu kekhawatiran warga. Pasalnya, jika penutupan TPA Cipayung benar-benar terjadi, penumpukan sampah skala besar di pemukiman, pasar, dan jalur-jalur protokol Kota Depok tidak dapat terelakkan.

Merespons kabar simpang siur yang kian liar di tengah publik, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bergerak cepat memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi misleading tersebut.

DLHK Depok Pasang Badan: Armada dan TPA Tetap Beroperasi

Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, secara tegas membantah isu penutupan fasilitas pengolahan sampah utama kota tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh rangkaian aktivitas pengangkutan hingga pembuangan sampah di TPA Cipayung berjalan normal tanpa hambatan.

“Hingga saat ini, TPA Cipayung masih beroperasi dan berjalan. Untuk besok pun tetap beroperasi seperti biasa,” ujar Reni Siti Nuraeni menegaskan saat memberikan keterangan resmi, Kamis (06/08/2026).

Reni menjelaskan bahwa pihak DLHK tidak pernah menerbitkan instruksi penghentian operasional. Seluruh armada pengangkut sampah—mulai dari truk kontainer, mobil pikap, hingga petugas kebersihan di tingkat kelurahan—tetap disiagakan dan bekerja menyisir sampah warga sesuai ritase dan jadwal harian yang telah ditetapkan.

Pemerintah Kota Depok menggaransi bahwa pelayanan kebersihan lingkungan kepada masyarakat sama sekali tidak terganggu. “Insya Allah tidak ada gangguan,” tambah Reni guna menenangkan kekhawatiran warga.

Kronologi Beredarnya Rumor Penutupan TPA Cipayung

Berdasarkan penelusuran informasi, isu penutupan TPA Cipayung berawal dari pesan berantai yang menyebar di sejumlah grup percakapan digital dan media sosial. Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa akses jalan utama menuju TPA Cipayung akan diblokir atau ditutup sementara selama tiga hari berturut-turut, yakni pada tanggal 6, 7, dan 8 Agustus 2026.

Isu penutupan semacam ini sejatinya sensitif bagi warga Depok. TPA Cipayung, sebagai satu-satunya penampung akhir sampah dari 11 kecamatan di Kota Depok, memikul beban operasional yang sangat tinggi. Setiap harinya, ratusan ton sampah mengalir ke fasilitas ini. Hambatan operasional sekecil apa pun di TPA Cipayung akan langsung berdampak sistemik pada keterlambatan pengangkutan sampah di tingkat RT dan RW.

Namun, dengan klarifikasi langsung dari pimpinan tertinggi DLHK Kota Depok, dipastikan bahwa pesan berantai yang mengklaim adanya penghentian layanan tersebut adalah tidak benar (hoaks).

Pentingnya Saring Informasi dan Dukungan Pengelolaan Sampah

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat untuk lebih bijak dan teliti dalam menyerap berita yang beredar di ruang publik. Pihak Pemkot Depok mengimbau agar warga senantiasa menyaring informasi dan memverifikasi kebenaran berita melalui kanal-kanal komunikasi resmi pemerintah, seperti portal berita Pemkot Depok atau akun media sosial resmi DLHK Kota Depok.

Di sisi lain, meski operasional TPA Cipayung dipastikan berjalan tanpa gangguan, masalah pengelolaan sampah jangka panjang tetap menjadi pekerjaan rumah bersama. Kapasitas TPA Cipayung yang kian padat menuntut kolaborasi aktif antara pemerintah daerah dan seluruh lapisan warga.

DLHK Kota Depok terus mengajak masyarakat untuk mengambil peran nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan. Langkah sederhana dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga, seperti:

  • Memilah Sampah dari Rumah: Memisahkan antara sampah organik (sisa makanan) dan sampah anorganik (plastik, kertas, kaleng) sebelum diangkut petugas.

  • Menggalakkan Bank Sampah: Memanfatkan keberadaan Bank Sampah di tingkat RW untuk mendaur ulang barang-barang yang masih memiliki nilai ekonomis.

  • Mengurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai: Membiasakan diri membawa kantong belanja mandiri untuk menekan volume sampah harian.

Masyarakat Kota Depok kini dapat bernapas lega. Klarifikasi resmi dari Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menjawab keraguan publik dan memastikan bahwa TPA Cipayung tetap beroperasi penuh melayani pengangkutan sampah kota.

Dengan sinergi yang kuat antara kepastian layanan dari pemerintah dan kesadaran memilah sampah dari warga, Kota Depok optimistis dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman penumpukan sampah.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *