Dari Lapangan Sekolah Menuju Panggung Nasional, Perjalanan Nadiya Anatasya Putri Mengejar Mimpi

banner 468x60

BOGOR – Tidak pernah terbayang oleh Nadiya Anatasya Putri bahwa langkah kecil yang ia ambil beberapa tahun lalu akan membawanya berdiri di panggung nasional. Berawal dari rasa penasaran untuk mencoba dunia modelling, kini perempuan kelahiran Bogor, 26 Mei 2008 itu dipercaya menjadi wakil Provinsi Jawa Barat pada ajang Miss Bintang Remaja Indonesia 2026 yang akan digelar pada Agustus mendatang.

Perjalanan Nadiya di dunia Modelling dimulai pada 2023 saat ia bergabung pada kelas modelling di SMA Plus PGRI Cibinong. Dari sana, ia mulai mengenal dunia pageant yang tidak hanya mengajarkan teknik berjalan di atas panggung, tetapi juga membangun karakter, mengajarkan percaya diri, dan berani berkomunikasi. Pada kelas ini, Nadiya mulai menyadari bahwa dunia pageant memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar penampilan.

“Di balik gaun dan lampu panggung ada proses berpikir kritis, keberanian menyuarakan isu sosial, dan tanggung jawab untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat. Penampilan bisa menarik perhatian orang untuk melihat, tapi yang membuat mereka terus mendengarkan adalah substansi yang dibawa. Bagi saya, pageant adalah ruang di mana kecantikan bertemu dengan kepedulian dan di situlah letak makna sesungguhnya,” ujarnya saat dihubungi melalui pesan tertulis pada Senin (06/07).

PERJALANAN PAGEANT NADIYA ANATASYA PUTRI

Langkah awal dalam perjalanan pageant Nadiya datang melalui sebuah kesempatan yang mengubah arah hidupnya. Pada Februari 2024, ia memberanikan diri mengikuti ajang Duta Pariwisata Jawa Barat, meski saat itu pengalaman yang dimilikinya masih sangat terbatas. Keputusan itu diambil dengan penuh keberanian, mengingat saat itu ia belum memiliki pengalaman mengikuti kompetisi pageant berskala provinsi. Bekal yang dimilikinya pada saat itu pun masih sederhana seperti, latihan catwalk di lapangan sekolah, materi yang didapat dari kelas modelling, serta tekad untuk terus belajar.

Dengan persiapan yang sederhana namun penuh kesungguhan, Nadiya menjalani setiap tahapan seleksi yang ketat hingga memasuki masa karantina di Bandung. Di tengah banyaknya peserta yang telah memiliki pengalaman lebih banyak di dunia pageant, ia memilih untuk tidak menjadikan pengalaman barunya sebagai penghalang. Sebaliknya, ia justru menjadikan setiap proses sebagai ruang untuk mendalami ilmu, memperbaiki diri, dan menunjukkan bahwa kemauan untuk berkembang sama pentingnya dengan pengalaman. Kerja keras tersebut akhirnya berbuah manis ketika namanya diumumkan sebagai Duta Pariwisata Intelegensia Jawa Barat 2024, sebuah pencapaian yang menjadi titik awal perjalanan kariernya di dunia pageant.

Semangatnya untuk terus berkembang membawanya kembali mengikuti ajang Duta Siswa Kabupaten Bogor 2024 pada Agustus 2024. Berkat dedikasi dan kerja kerasnya, Nadiya berhasil dinobatkan sebagai Duta Siswa Kabupaten Bogor 2024. Prestasi tersebut semakin memperluas kiprahnya di berbagai kegiatan, mulai dari fashion show di lingkungan sekolah hingga berbagai event di luar sekolah yang semakin mengasah kemampuan dan pengalamannya di dunia pageant.

Perjalanan Nadiya tidak berhenti disitu. Pada November 2025, Nadiya kembali menorehkan prestasi melalui ajang Miss Jawa Barat 2025. Dalam ajang Miss Jawa Barat 2025, Nadiya berhasil melewati seluruh rangkaian karantina dan kompetisi hingga akhirnya dinobatkan sebagai 2nd Runner Up Miss Jawa Barat 2025.

Kini, perjalanan tersebut memasuki babak baru. Pada Juni 2026, Nadiya resmi terpilih sebagai wakil Jawa Barat untuk berkompetisi di ajang Miss Bintang Remaja Indonesia 2026. Kesempatan ini menjadi tonggak penting untuk mengembangkap sayapnya lebih besar lagi sekaligus amanah untuk membawa nama Jawa Barat di tingkat nasional.

PERSIAPAN MISS BINTANG REMAJA 2026

Bagi Nadiya, persiapan menghadapi kompetisi bukan hanya dilakukan di ruang latihan. Jauh sebelum berlatih catwalk atau public speaking, ia terlebih dahulu membangun cara berpikir dan memperluas wawasannya. Ia membiasakan diri mengikuti berbagai isu sosial, mengamati kondisi masyarakat, serta mendengarkan cerita-cerita yang ada di sekitarnya.

Dari proses itulah lahir Bintang Nusantara, sebuah program advokasi yang berfokus pada isu lingkungan, literasi, budaya, pariwisata, dan pemberdayaan perempuan. Program tersebut menjadi bentuk nyata kepeduliannya terhadap masyarakat sekaligus membawa pesan bahwa seorang finalis pageant harus mampu menghadirkan manfaat di luar panggung.

Setelah fondasi gagasannya terbentuk, Nadiya melanjutkan persiapan dengan latihan public speaking, catwalk, serta mempersiapkan seluruh kebutuhan selama masa karantina. Menurutnya, setiap detail persiapan adalah bentuk rasa syukur dan penghormatan terhadap kesempatan yang telah diberikan.

Di balik semua kesibukan itu, Nadiya selalu mengingat alasan mengapa ia memulai perjalanan ini. Ketika rasa gugup datang, ia memilih berdamai dengan dirinya sendiri dan meyakini bahwa hasil terbaik lahir dari usaha terbaik, bukan dari rasa takut akan kegagalan.

LEBIH DARI SEKADAR MAHKOTA
Di balik berbagai pencapaiannya, Nadiya memegang filosofi hidup yang sederhana namun sarat makna. Ia terinspirasi oleh falsafah Sunda, “ulah ngan saukur jadi cikaracak, tapi jadi cai anu ngamalirkeun kahirupan,” yang mengajarkan bahwa hidup seharusnya tidak berhenti pada pencapaian pribadi, melainkan terus mengalir dan membawa manfaat bagi kehidupan di sekitarnya.

Dengan semangat yang terus tumbuh dan tekad untuk memberikan penampilan terbaik, Nadiya Anatasya Putri kini bersiap menapaki panggung nasional. Membawa nama Jawa Barat bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab untuk menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi, karakter, dan semangat yang mampu bersaing sekaligus menginspirasi. Dari ruang kelas modelling hingga panggung nasional, ia kini melangkah membawa harapan, semangat, dan kebanggaan bagi Jawa Barat menuju Miss Bintang Remaja Indonesia 2026.

Di akhir perbincangan, Nadiya menyampaikan bahwa pencapaian yang diraihnya hari ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus memberi manfaat kepada sesama.

“Saya ingin dikenang bukan sebagai bintang yang bersinar sendirian di panggung, tetapi sebagai cahaya kecil yang datang untuk mendengar, lalu pulang membawa perubahan yang tetap hidup jauh setelah mahkota itu diserahkan.” ujarnya (ubay)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *