Bupati Rudy Susmanto Jadi Warga Pertama yang Didata, Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bogor Resmi Dimulai

banner 468x60

BOGOR, mahaganews.com – Langkah awal pemetaan riil roda perekonomian di wilayah Bumi Tegar Beriman resmi bergulir. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, secara resmi menandai dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Bogor dengan menjadi warga pertama yang menjalani pendataan perdana.

Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di kediaman resminya pada Senin (15/6/2026), dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor.

Pendataan perdana terhadap orang nomor satu di Kabupaten Bogor ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan sebuah simbol keteladanan bagi seluruh elemen masyarakat. Kehadiran jajaran BPS di kediaman Bupati menegaskan sinergi yang kuat antara jajaran pemerintah daerah dan institusi statistik nasional dalam menyukseskan agenda desinal (sepuluh tahunan) tersebut.

Fondasi Utama Penyusunan Kebijakan Pembangunan

Dalam kesempatan usai pencatatan data, Rudy Susmanto menyampaikan pandangan strategisnya mengenai esensi dari agenda makro ini. Ia menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan instrumen serta langkah yang sangat krusial bagi pemerintah daerah guna memperoleh database yang akurat, valid, dan komprehensif mengenai peta serta kondisi struktural perekonomian masyarakat saat ini.

Rudy Susmanto menguraikan bahwa dinamika ekonomi pasca-pandemi dan tantangan global menuntut pemerintah untuk tidak lagi meraba-raba dalam menentukan arah pembangunan. Hasil akhir dari proses sensus ini nantinya akan dikonversi menjadi kompas utama dalam merancang serta mengeksekusi berbagai program kerja daerah.

“Alhamdulillah, pagi ini saya melakukan pendataan perdana Sensus Ekonomi 2026 bersama Kepala BPS Kabupaten Bogor. Saat ini Pemerintah Daerah melalui BPS sedang melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Angka-angka yang dihasilkan nanti bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan cerminan riil potensi daya beli, sebaran usaha, hingga peta ketenagakerjaan kita,” ujar Rudy Susmanto.

Seruan Kolaborasi dan Kejujuran Informasi

Menyadari skala luas wilayah Kabupaten Bogor yang mencakup 40 kecamatan, Bupati Rudy Susmanto secara terbuka mengimbau dan mengajak seluruh warga, tanpa terkecuali, untuk menyambut baik kehadiran petugas sensus di lapangan. Partisipasi aktif publik dinilai menjadi faktor penentu utama suksesnya agenda nasional ini.

Lebih lanjut, ia menekankan agar para pelaku usaha mulai dari skala mikro, kecil, menengah, hingga korporasi besar dapat memberikan data yang objektif dan transparan. Narasi yang keliru atau ketakutan dalam memberikan informasi mengenai omzet dan tenaga kerja justru dinilai akan merugikan daerah dalam jangka panjang akibat ketidaksesuaian intervensi bantuan atau stimulus ekonomi.

“Mari dukung dan sukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan lengkap. Jangan ada yang ditutup-tutupi atau direkayasa. Data akurat menjadi fondasi penting sebagai dasar penyusunan kebijakan dan pembangunan Kabupaten Bogor yang lebih baik,” tegasnya secara lugas.

Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Berorientasi Kerakyatan

Pemerintah Kabupaten Bogor menaruh harapan besar agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di seluruh wilayah pelosok desa hingga area urban dapat berjalan kondusif tanpa kendala teknis yang berarti. Output dari sensus komprehensif ini diproyeksikan mampu menjadi rujukan utama lintas sektoral, baik bagi pemerintah, akademisi, maupun investor yang ingin menanamkan modalnya di Bogor.

Dengan data yang bersih dan terkini, Pemkab Bogor meyakini target pembangunan jangka menengah dan panjang yang berbasis pada ekonomi kerakyatan, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta penguatan sektor UMKM lokal dapat terealisasi secara presisi, efektif, dan sepenuhnya berorientasi pada pemenuhan hajat hidup masyarakat banyak. (mn/red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *