SAINT PETERSBURG – Sebuah langkah strategis dalam diplomasi budaya dan kemanusiaan internasional kembali terukir. Royal House Nusantara (RHN) secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama Persaudaraan Kebangsawanan Internasional dengan Ordo Templaria Ekletik International (OTE).
Penandatanganan dokumen bersejarah ini dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2026 di Gran Oriente, Saint Petersburg, Rusia. Kesepakatan ini menandai dimulainya aliansi abadi yang berfokus pada misi kemanusiaan, perdamaian dunia, serta pelestarian tradisi leluhur.
Aliansi untuk Perdamaian dan Kemanusiaan
Kerja sama ini dikukuhkan langsung oleh para petinggi kedua belah pihak. Dari pihak Ordo Templaria Ekletik, penandatanganan dilakukan oleh Pejabat Tinggi S.A.R. Excmo, Don Erick Jhovanny Flores Alvarez (Sir Eleazar Warsonophius).
Sementara itu, Royal House Nusantara diwakili oleh para pendiri dan pimpinan tertingginya, yakni R. Guntur Eko Widodo (Secretary General) dan Prof. Dr. Grand Prince Muhammad S. Ridwan, Ph.D (Chair Person/Founder).

Dalam keterangan resminya, pihak Royal House Nusantara menyatakan bahwa perjanjian ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah “Perjanjian Perdamaian, Persahabatan, Aliansi, Kerja Sama, Persaudaraan, dan Pengakuan Kerajaan Timbal Balik yang Bersifat Abadi.”
Poin Penting Kesepakatan
Dokumen kerja sama tersebut memuat sejumlah tujuan krusial yang menyangkut hubungan diplomatik antar-lembaga kebangsawanan, di antaranya:
- Penguatan Hubungan Diplomatik & Budaya: Mempererat persahabatan antar ‘Rumah’ kerajaan serta melestarikan warisan budaya, tradisi kesatriaan, dan memori sejarah.
- Restorasi dan Perdamaian: Mendorong pernyataan bersama terkait perdamaian dunia, saling pengertian, dan kerja sama antar bangsa.
- Saling Mengakui Gelar & Status: Adanya pengakuan (rekognisi) timbal balik terhadap gelar kebangsawanan, pangkat, dan status, termasuk fasilitasi dalam tindakan seremonial yang sah.
“Tujuan utama kami adalah menjadi kesaksian bersama atas martabat Rumah-Rumah berdaulat di era modern, serta saling mendukung dalam inisiatif budaya, pendidikan, dan kemanusiaan,” bunyi kutipan dalam naskah perjanjian tersebut.
Implementasi Nyata
Sebagai bentuk tindak lanjut dari perjanjian ini, kedua belah pihak menyepakati berbagai bentuk interaksi nyata. Rencana kegiatan meliputi penyelenggaraan festival budaya bersama, konferensi, hingga proyek amal untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pertukaran delegasi untuk mempererat hubungan personal dan diplomatik, serta inisiatif bersama untuk memperkuat stabilitas dan perdamaian global.
Perjanjian yang disahkan dan disegel secara resmi di Rusia ini ditutup dengan komitmen spiritual yang kuat, menyerahkan misi mulia tersebut kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan utama pergerakan mereka.
Dengan adanya kolaborasi antara Royal House Nusantara dan Ordo Templaria Ekletik International, diharapkan peran lembaga kebangsawanan dan adat dalam kancah global semakin kuat dalam menyuarakan pesan damai dan pelestarian peradaban.
More Stories
Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka Narkoba, Polri Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Oknum Internal
Pegadaian Berhasil Meraih Penghargaan Internasional Atas Komitmen Berikan Solusi Pendanaan
Arahan Presiden Bangkitkan Ekonomi Nelayan, Agrinas Jaladri Jadi Jangkar Ekosistem Bisnis Maritim