Teliti Internasionalisasi Pendidikan, Budy Sugandi Raih Gelar Doktor dari China |
4 Februari 2023

Berita Update Terpercaya

Teliti Internasionalisasi Pendidikan, Budy Sugandi Raih Gelar Doktor dari China

JAKARTA – Mahaganews.com,Wakil Rois Syuriah PCI NU Tiongkok dan Co-chair Y20 Indonesia, Budy Sugandi berhasil menyelesaikan program Doktoralnya dari jurusan Education Leadership and Manegement, Faculty of Education, Southwest University China. Disertasinya berjudul An Exploratory Case Study of Organizational Strategy for Internationalization in Indonesian Flagship Universities.

Gandi sapaan akrabnya mendapatkan banjir ucapan selamat dari berbagai pihak diantaranya dari Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid, Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia HE Djauhari Oratmangun, Menteri Ketenagakerjaan 2014-2019 Hanif Dhakiri, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Deputi Kemenpora dan Katib Syuriah PBNU Asrorun Ni’am Sholeh, Duta Besar Turkiye untuk Indonesia HE Aşkın Asan, Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia HE Ouadiâ Benabdellah, Direktur BCA Haryanto T. Budiman, Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya Iksan Sahri dan Koordinator Relawan Surabaya Memanggil Seno Bagaskoro. Video ucapan selamat tersebut dia unggah di akun Instagram pribadinya @budysugandi_

Dia mempertahankan disertasinya dihadapan 5 profesor penguji pada Kamis 24 November 2022.

“Empat tahun sy menempuh studi ini, 2 tahun di China dan 2 tahun di Indonesia krn terjebak Covid. Menempuh Doktor di China cukup sulit terutama di 3 tahapan terakhir: Pre-defenae, Blind review dan defense. Nah proses blind review yang paling ngeri-ngeri sedap. Draft thesis yang sudah dihilangkan identitas (nama, univ, supervisor, dll) dikirimkan ke 3 professor luar kampus sendiri sesuai expertisenya yang kita gak tau siapa dan darimana mereka. Skor dari ketiga profesor tersebut harus lulus semua, gak boleh satupun yang gak lolos. Selain itu persyaratan agar lulus, mahasiswa diwajibkan menulis minimal 1 artikel ke jurnal international, alhamdulillah saya berhasil publikasi 3 buah artikel, salah satunya masuk kategori Q1”, ujar Gandi dalam postingan di akun Instagram pribadinya.

Putra dari pasangan Masdjuri (Alm) dan Adini kelahiran 16 Juni 1988 (34 tahun) ini menyelesaikan Master dari dua negara yaitu Marmara University Istanbul Turkiye dan Technische Universitat Braunchweig Jerman dengan beasiswa YTB Turkiye Scholarship dan Erasmus+. Pada tahun 2016 juga pernah ke Australia (Brisbane, Adelaide, Sydney dan Canberra) sebagai peraih Australia Awards dalam program leaders, entrepreneurs and innovators of technology.

Salah satu motivasi kuliah sampai jenjang Dokotoral adalah pesan almarhum ayahnya. “Saya teringat almarhum apak yang ingin sekali anak-anaknya ada yg bisa belajar sampai Doktor. Pesan beliau, meskipun bapak hanya lulusan STM dan Mama lulusan SMP, tapi sy berharap anak-anak saya bisa kuliah sampe Master, Doktor bahkan jd Professor, pesannya. Sayang, bapak dipanggil deluan empat tahun lalu (2018), namun saya yakin beliau juga ikut melihat dan mendo’akan dari surga. Jadi gelar Doktor ini saya persembahkan untuk beliau”.

Prestasi Budy Sugandi

Saat menempuh Doktoral, Gandi dua kali berturut-turut dianugerahi sebagai Excellent international students oleh Southwest University China. Penghargaan ini diberikan setiap tahun kepada mahasiswa yang berprestasi dari sisi akademik dan non-akademik. Dari sisi akademik nilai tidak boleh ada yang di bawah 80 dan tidak boleh ada mata kuliah yang diulang. Sedangkan sisi non-akademik, aktivitas penunjang baik menulis di media massa, menjadi pembicara, keaktifan dan kegiatan menunjang lainnya masuk dalam faktor penilaian. Penghargaan ini memberikan sertifikat penghargaan dan hadiah berupa uang tunai sekitar 10 juta rupiah.

Selain beprestasi di bidang akademik, dia juga aktif berorganisasi. Tercatat beberapa torehannya diantaranya yaitu:

  • Dipercaya menjadi Co-chair Y20-G20 Indonesia 2022 melalui SK yang ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto. Y20 atau Youth20 merupakan salah satu engagement group dari G20.
  • Wakil Rois Syuriah PCI NU Tiongkok
  • Ketua Umum MES Tiongkok
  • Founder dan CEO startup Klikcoaching
  • Ketua Bidang Edupreneur dan Inovasi Rumah Milenial
  • Ketua Komisi Pendidikan, PPI Dunia (2021/2022)
  • Majelis Sabuk Hitam (DAN 1) Karate INKAI

Tahun 2022 ini dia juga dipercaya mewakili pemuda Indonesia oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai delegasi dan pembicara pada forum internasional yaitu Kazan Global Youth Summit di Kazan Russia (Agustus 2022) dan COP27 Sharm El-Shiekh Mesir (November 2022).

Sejak tahun 2015 dia pernah bekerja di beberapa perusahaan, peneliti, dosen tamu dan menjadi konsultan di World Bank dan Kementerian. Di luar itu, dia juga merupakan pernah menjadi narasumber di Metro TV, serta interview oleh TVRI, IDX TV Channel dan CNBC Indonesia TV mengenai Startup Edukasi dan kepemudaan.

Dia juga aktif menjadi pembicara di level nasional hingga internasional. Sudah menulis beberapa buku baik sendiri maupun bersama diantaranya: Jelajah Hidup Tanpa Batas (Elex Media, 2018), Sapere Aude (Gramedia Pustaka Utama, 2018), Kabut Pendidikan Indonesia (Aura Publishing, 2015), Kirmizi Beyaz (Aura Publishing, 2017), Kisah 5 Benua (Aura Publishing, 2018). Juga aktif menulis opini di media nasional seperti Harian Kompas, Media Indonesia, Investor Daily dan Detik. Ini menjadi deretan prestasi Budy Sugandi hingga menyelesaikan masa studinya dan berhak menyandang gelar PhD.