Jakarta — Menjelang arus mudik Lebaran 2025, muncul wacana pengerahan penembak jitu (sniper) di beberapa titik rawan kejahatan dan gangguan keamanan.
Yang mana akan Melibatkan
Kepolisian dan aparat keamanan dan juga mempertimbangkan langkah ini sebagai bagian dari strategi pengamanan nasional guna melindungi pemudik.
Sehingga akan dilaksanakan disetiap titik-titik rawan yang menjadi fokus pengamanan meliputi jalur mudik utama, rest area, terminal, stasiun, dan pelabuhan.
Kemungkinan bilamana
Pengerahan sniper dipertimbangkan untuk diterapkan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran 2025, mengikuti puncak arus mudik dan balik.
Sebab karena Kejahatan jalanan, perampokan, dan ancaman terorisme cenderung meningkat saat musim mudik. Langkah ini bertujuan untuk mencegah tindakan kriminal dan meningkatkan rasa aman masyarakat.
Selanjutnya Aparat keamanan akan menempatkan personel di titik strategis secara tertutup. Pengawasan ketat akan dilakukan melalui patroli darat dan udara, serta pemantauan CCTV untuk mendukung efektivitas pengamanan.
Kemudian dalam Prihal
Wacana ini menuai pro dan kontra. Beberapa pihak mendukung dengan alasan keamanan, sementara yang lain mempertanyakan urgensinya mengingat situasi yang dinilai masih terkendali.
“Apakah pengerahan sniper memang diperlukan untuk mudik tahun 2025..?
More Stories
MENIMBANG KEBIJAKAN, BUKAN MENGHUKUM:Pembagian Kuota Haji Era Menteri Agama Yaqut dalam Perspektif Hukum
Sambut Tahun Baru 2026, Alfiqtour Perkuat Pelayanan dan Lepas 38 Jamaah Umroh
BRI Branch Office Mal Ambasador Dukung DOSS Vaganza 2025, Hadirkan Beragam Promo Kartu dan BRImo di Ratu Plaza