Pembinaan Moral Remaja Di Masa Pandemi Melalui ImplementasiParticipatory Action Research Di Lingkungan Sekitar | MAHAGANEWS.COM

Pembinaan Moral Remaja Di Masa Pandemi Melalui ImplementasiParticipatory Action Research Di Lingkungan Sekitar

Ilustrasi gmbr.dok

MAHAGANEWS.COM_ART ] Di masa pandemi covid-19 ini sebagian besar kita terpaksa melaksanakanaktivitas di rumah saja dan meminimalisir aktivitas di luar rumah, tak terkecuali parapelajar remaja yang semula melakukan aktivitas belajar di sekolah pun hampir 2 tahun dilakukan di rumah menggunakan media online.

Walaupun demikian, kenakalan remaja dimasa pandemi masih banyak kita jumpai. Menurut ahli sosiologi Kartono,

“Kenakalan remaja atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah juvenile delinquency merupakan gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang.” 

Beberapa contoh kasus moral atau prilaku penyimpangan tersebut seperti pestaminuman keras, tawuran, penggunaan obat terlarang, balap liar, judi online dan lain sebagainya.

Hal ini dikarenakan karna banyak nya waktu luang di rumah sehingga  menyebabkan gairah para remaja tidak tersalurkan, tidak seperti sebelum pandemi covid-19 para remaja di sibukkan dengan aktivitas atau kegiatan diluar rumah seperti disekolah mereka menyalurkan minat dan bakatnya dengan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler serta kegiatan lainnya diluar rumah.

Seperti kita ketahui kegiatan di masapandemi ini sangat terbatas sehingga mereka tidak punya saluran tersebut,Mengakibatkan para remaja yang lari ke suatu hal yang tidak terkontrol, tak hanyake sesuatu yang bersifat positif tapi juga negative.

Berdasarkan hal tersebut penting adanya Participatory Action Research (PAR),intinya PAR adalah suatu cara penelitian dan pengembangan secara partisipasi, didalam PAR ini kita tidak hanya dituntut untuk meneliti saja tetapi kita harus terjun ikut serta pada objek yang kita tuju.

Salah satu contoh Pentingnya implementasi PAR yaitu partisipasi ataupembinaan bagi para orang tua atau orang dewasa sekitar remaja untuk mengontrol dan meluangkan waktunya untuk menemani dan membangun komunikasi serta memberikan arahan yang positif terhadap remaja dilingkungan sekitar.

Orang dewasa yang tinggal bersama para remaja harus mau berbagi peran dalam pendidikan yang positif untuk para remaja sehingga penyimpangan dapat diminimalisir, memang tak mudah hal ini merupakan salah satu situasi yang butuh Kerjasama antara semua pihak.

Dengan adanya pembinaan dan kontrol dari orang tua atau dari orang dewasa sekitar, moral para remaja akan menjadi lebih baik, serta akan terlihat perkembangan moral para remaja di masyarakat dengan memperlihatkan adanya perilaku yang tidak menyimpang dan sesuai norma norma yang ada.

Penulis Artikel : M Sahril Rahman

Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Fakultas : Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam STAI Al Azhary Cianjur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.