Otak Pelaku Penembakan Wartawan Marsal Harahap Menjalani Sidang Perdana Di PN Simalungun

Ket foto : PN Simalungun gelar sidang perdana terkait kasus pembunuhan Alm.Marsal Harahap.

Simalungun_MAHAGANEWS.COM | Terdakwa atas nama Sudjito alias Gito (Otak Pelaku Penembakan) dan Yudi Fernando Pangaribuan menjalani sidang perdana terkait kasus penembakan wartawan Marsal.

Sidang terhadap kedua terdakwa dengan berkas terpisah dilakukan secara virtual, itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Vera Yetti Magdalena SH MH, Hakim anggota 1, Mince S Ginting SH dan Hakim anggota 2, Aries Kata Ginting SH, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (28/10/2021) sekira Pukul 10.30 WIB.

Pada sidang yang berlangsung selama 25 menit tersebut, Majelis Hakim bertanya kepada kedua terdakwa, apakah sudah menerima berkas salinan dakwaan..?

Namun terdakwa Sudjito als Gito mengatakan dirinya sudah menerimanya, sedangkan terdakwa Yudi Fernando Pangaribuan mengaku belum menerima salinan dakwaan.

Menurut Majelis Hakim, salinan dakwaan untuk terdakwa Yudi Fernando Pangaribuan sudah sampai dan diterima oleh Pengacaranya.

Terdakwa Yudi Fernando Pangaribuan merasa tidak terima atas dakwaan terhadapnya, lalu mengajukan banding atas dakwaan tersebut.Adapun kronologi pertemuan antara kedua terdakwa  atas nama Yudi Fernando Pangaribuan dengan Marasalem Harahap

Berdasarkan informasi sebelumnya, terdakwa Yudi Fernando Pangaribuan, pada hari Jumat tanggal 18 Juni 2021 sekira pukul 23.30 WIB bertempat di Huta VII, Nagori Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.

Dengan sengaja memberi bantuan pada kejahatan yang dilakukan dengan sengaja hingga merampas/menghilangkan nyawa orang lain.

Diketahui bahwa Marasalem Harahap als Marsal adalah seorang wartawan dan memiliki media online yang bernama Lassernewstoday.com dan sering memberitakan berita negatif tentang kegiatan oknum atau usaha oknum yang dengan berita negatif tersebut kemudian Korban Marsal berharap dihubungi oleh oknum tersebut dan meminta tolong agar berita negatif tentang oknum atau usaha oknum tersebut tidak diberitakan lagi secara terus menerus.

 Dan atas permintaan oknum tersebut akan ditindaklanjuti oleh Marasalem Harahap als Marsal dengan meminta imbalan berupa materi maupun non materi sesuai dengan keinginannya. Dan apabila tidak terpenuhi, maka Marasalem Harahap als Marsal kembali akan menyiarkan berita negatif oknum ataupun usaha oknum tersebut secara terus menerus di dalam media online Lassernewstoday.com miliknya tersebut.

Bahwa bermula sekira bulan April 2021, walaupun telah diberi imbalan sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) perbulannya Marasalem Harahap als Marsal kembali membuat beberapa berita di media online yang dipimpinnya yaitu tentang pemberitaan aktifitas negatif KTV Ferrari yang merupakan milik dari Sudjito als Gito (terdakwa dalam penuntutan terpisah).

Pemberitaan tersebut menuliskan tentang dugaan terjadinya jual beli narkotika di tempat hiburan KTV Ferrari yang beroperasi pada bulan Ramadhan serta di masa Pandemi Covid-19, dimana pemberitaan negatif yang terus menerus pada media online Lassernewstoday.com tersebut membuat Sudjito als Gito merasa resah dan mengganggu aktifitasnya mencari nafkah hingga membuat usaha KTV Ferrari menjadi tutup beroperasi lagi.

Selanjutnya, Sudjito alias Gito menghubungi Yudi Fernando Pangaribuan selaku Humas KTV Ferrari, yang salah satu tugasnya adalah membangun komunikasi dengan masyarakat dan media massa (pemberitaan) dan memerintahkan untuk dapat meredam pemberitaan negatif tersebut.Bahwa atas perintah tersebut, sekira bulan Mei 2021, terdakwa Yudi Fernando Pangaribuan menemui Marasalem Harahap als Marsal di Kedai Kopi Sutomo Kota Pematang Siantar dan membujuk Marasalem Harahap als Marsal untuk tidak lagi memberitakan berita negatif tentang KTV Ferrari.

Sebagai imbalannya, akan diberikan tambahan uang bulanan kepada Marasalem Harahap als Marsal. Namun tawar-menawar mengenai imbalan besaran uang bulanan tersebut tidak disepakati oleh terdakwa Yudi Fernando Pangaribuan dan Marasalem Harahap als Marsal dikarenakan Marasalem Harahap als Marsal meminta imbalan perbulan uang sebesar Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah) dengan perincian berupa 2 (dua) butir pil ekstasi setiap harinya yang apabila dirupiahkan 1 (satu) butir pil ekstasi seharga Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah).

(Andy Alfiano)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.