Lingkungan Dan Ruang Belajar Sekolah SMP N 2 Tigabinanga “Kumuh Dan Tak Terawat”

Ket foto : Keadaan ruang belajar di Sekolah SMPN 2 Tigabinanga-Perbesi tampak kumuh dan tak terawat.

Tanah Karo_MahagaNews.com | Sesuai Intruksi Bupati Karo Nomor 360/1760/BPBD/2021 bahwa pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan di setiap jenjang tingkatan sudah bisa dilakukan pembelajaran dengan tatap muka dan terbatas. 

Walau system pembelajaran sudah bisa dilakukan dengan tatap muka di sekolah dengan pembatasan, sudah kewajiban pihak sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah terutama dalam menjalani masa-masa pandemi seperti sekarang ini, tentunya yang takkalah penting lagi yaitu ketersediaan fasilitas cuci tangan untuk memastikan anak tidak tertular penyakit yang diakibatkan oleh virus corona.

Namun saat tim investigasi DPC LSM Baladhika Adhyaksa Kab.Karo mengunjungi sekolah SMP N 2 Perbesi Kec.Tigabinanga, Kab.Karo. Terpantau tidak ada aktivitas belajar – mengajar, tidak ada satu pun orang guru dan anak didik yang dapat dijumpai disekolah tersebut. Jumat,(29/10/2021) sekira pukul 11 : 30  Wib 

Mirisnya lagi saat tim LSM -BAN memeriksa beberapa ruang kelas yang pintunya terbuka lebar tanpa dikunci, kondisinya sangat memprihatinkan.

Pasalnya, banyak bangku/kursi dan meja dalam keadan rusak dan banyak meja belajar siswa yang bolong. Tak hanya itu bahkan beberapa kaca jendela juga tampak sudah pecah, termasuk langit-langit (asbes) yang sudah bolong juga mengiasi langit-langit ruang kelas yang ada di SMP N2 Tigabinanga (Perbesi).

Debi Ariga yang menjabat Sekertaris DPC LSM – BAN (Baladhika Adhyaksa Nusantara) saat dimintai tanggapannya atas hasil kunjungannya ke sekolah SMP N 2 Tigabinanga kepada awak media mengatakan, 

“Rencananya tadi kami mau menjumpai bapak kepala sekolah, menanyakan terkait alokasi penggunaan anggaran dana bantuan oprasional sekolah (BOS) dan secara langsung kami ingin mengetahui apa saja kendala yang dihadapi dalam menjalani proses belajar dan mengajar dengan berlakunya sistem belajar tatap muka. Namun saat kami sampai di sekokah ini sekira pukul 11 : 30 wib tadi, tidak ada satupun guru atau pelajar yang berhasil kami temui,” ujar Ariga 

Dirinya menambahkan, “jujur saya sangat kaget melihat lingkungan sekolah dan ruang kelas yang rata-rata tampak jorok dan kumuh. Begitu juga dengan tidak ada nya terkihat fasilitas tempat cuci tangan bagi murid dan tenaga pendidik di sekolah ini. Sudah semestinya para guru dan siswa/i harus dididik untuk menjaga kebersihan diri maupun lingkungan sekolah agar kondisi fisik dan mentalnya tetap terjaga dengan baik. Kalau seperti ini kondisinya sudah sangat layak dipertanyakan kemana saja di alokasikan penggunaan anggaran dana BOS sekolah ini, jangan- jangan ada dituliskan alokasi anggaran untuk biaya perawatan namun tidak dilakukan sesuai peruntukannya.” Beber Ariga dengan raut muka kesal.

Saat ditanya langkah apa yang akan ditempuh guna memulihkan kondisi yang ada dan kemana saja dialokasikan penggunaan dana BOS sekolah SMP N 2 Tigabinanga, pihaknya mengatakan akan melayangkan surat laporan ke Kepala Dinas Pendidikan Kab.Karo dan melayangkan surat teguran ke pihak sekolah.

“Demi tercapainya misi dan Tujuan Pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai  menggambarkan cita-cita bangsa Indonesia untuk mendidik dan menyamaratakan pendidikan di kabupaten karo agar tercapai kehidupan berbangsa yang cerdas. Kami akan layangkan surat laporan dan teguran keras ke Kepala Dinas Pendidikan Kab.Karo dan melayangkan surat teguran ke pihak sekolah.” Tegas Ariga

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *