Usai Diberitakan Terkait Kutipan Uang Keamanan, Kediaman Napitupulu Didatangi Sekelompok Warga Dan Perangkat Desa Pancur Batu

Ilustrasi Gambar

MEREK_MahagaNews.com |  Terbitnya pemberitaan yang menyoal tentang ada nya keluhan seorang warga asal Desa Pancur Batu, Kecamatan Merek, Kab.Karo mengenai pengutipan uang keamanan dan uang kebersihan tiap bulannya yang dilakakun oknum Perangkat Desa setempat. Ternyata membuat gerah para pemangku kepentingan.

Menurut keterangan G Napitupulu (47) pekerjaan buruh tani, usai dirinya menyampaikan keluhannya kepada wartawan dan mencuatnya berita di media online terkait adanya pengutipan uang kemanan dan uang kebersihan didesanya, Jumat, (24/09/2021) saat ditemui di salahsatu warung kopi di kota kabanjahe.

Mendadak, malam harinya sekelompok warga mendatangi kediaman (tempat tinggal) narasumber G Napitupulu. Kedatangan sekelompok warga yang mengaku Perangkat Desa dan Pengetua Adat tersebut membuat dirinya beserta anak-anaknya merasa ketakutan dan takut tinggal di kontrakan (kediamannya). Pasalnya seluruh penghuni kontrakan tetangga nya juga tak luput di bangunkan dan bermaksud untuk mendengarkan penjelasan dari para perangkat desa yang datang seolah tidak terima atas adanya pemberitaan tersebut. Jumat, (24/09/2021) malam

“Tiba-tiba tadi malam rumah kontrakan saya didatangi sekelompok warga yang mengaku perangkat desa pancur batu dan sebagian mengaku pengetua adat,  mereka memarahi dan mengancam saya agar mencabut keterangan yang ada saya sampaikan di media terkait adanya pengutipan uang keamanan, uang kebersihan serta tak terdaftarnya lagi saya sebagai penerima bantuan dari pemerintah. Kata mereka, “1x 24 jam apabila saya tidak mencabut keterangan yang ada di media, maka saya dan keluarga saya akan di usir dari kampung ini,” ucapnya menirukan perkataan para sekelompok warga itu didengar dan disaksikan jiran tetangga disekitar tempat saya mengontrak,” Ujar Napitupulu dengan nada terbata bata menahan rasa takut

Lanjutnya lagi, “saya juga diancam akan dilaporkan ke pihak yang berwajib dengan mengatakan bahwa saya telah melanggar UU ITE  yang diucapkan beberapa orang dari mereka dengan nada keras, atas pemberitaan yang terbit dimedia dan saya disangka telah mencemarkan nama baik kampung/desa,” kata Napitupulu

“Menyahuti perkataan sekelompok warga tersebut saya hanya terdiam dan sesekali saya katakan silahkan tempuh jalur hukum jika ada pihak yang keberatan atas stadment saya dimedia karna saya juga sebagai warga negara yang patuh dan taat akan hukum siap untuk menerima segala konsukwensinya. Namun jangan pula hak saya untuk bersuara dilarang, karna Negara kita kan Negara Demokrasi, sudah ada undang undang yang mengatur terkait azas tersebut. Dan tindakan yang dialakukan sekelompok warga tersebut bisa juga ada upaya Perudungan / Bullying terhadap saya dan keluarga saya.” Ungkap Napitupulu melalui sambungan telphone kepada awak media.

“Usai kejadian semalam anak-anak saya merasa ketakutan dan saat ini mereka memilih tinggal ditempat lain dirumh seorang Hamba Tuhan yang ada di disebelah Desa kami, saya berharap kepada Aparat Penegak Hukum dan abang..juga agar melindungi saya warga kecil ini. Karna kita tidak tau apa niat mereka selanjutnya. Jika pernyataan saya tersebut salah saya siap diproses secara hukum, namun jika memang perbuatan mereka melanggar aturan yang ada saya minta juga ke Aparat dan Instansi terkait juga bijaksana dan berani bertindak adil memproses laporan saya nantinya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku di republik ini.” Beber Napitupulu sambil mengahiri pembicaraan.

Dilain tempat saat awak media menanyakan tanggapan kepada Johan Ginting selaku Plt Camat Merek prihal informasi berita yang di sampaikan seorang warga tersebut, pihaknya pun langsung merespon dan berjanji,”Hari senin besok saya akan memanggil Kepala Desa Pancur Batu untuk dimintai keterangan, terimakasih atas informasinya.” Ujarnya singkat
(Daris Kaban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *