Aneh..”, Warga Desa Pancur Batu Kecamatan Merek Dikutip Uang Keamanan Dan Uang Kebersihan Setiap Bulan

Ket foto : Seorang Warga Asal Desa Pancur Batu, Kec.Merek atas nama G Napitupulu (47) buruh tani, saat berkeluh kesah kepada wartawan.

Tanah Karo_MahagaNews.com | Sejatinya Dana Desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat seluruhnya diperuntukkan untuk kesejahteraan rakyat di pedesaan dan dana desa bukan semata mata untuk kesejahteraan para aparatur pemerintahaan desa maupun kelompok tertentu. 

Namun hal sebaliknya malah terjadi di Desa Pancur Batu, Kec.Merek, Kab.Karo. Menurut keterangan salah seorang warga setempat G Napitupulu (47) pekerjaan buruh tani, bahwa dirinya dan warga lainnya setiap bulannya di kutip uang kebersihan dan uang keamanan oleh seorang perangkat desa bermarga Girsang. Adapun besaran dana uang kutipan untuk Keamanan yaitu sebesar Rp.10.000/bulan dan untuk uang kebersihan dikenakan Rp.5000/bulan,” Ujar Napitupulu kepada awak media saat bertemu disebuah warung diseputaran kota kabanjahe.

Tambahnya lagi, “kutipan yang dilakukan oknum perangkat desa tersebut, tanpa ada menyerahkan karcis bukti pembayaran dan hanya ditulis di sebuah buku oleh juru kutip yang juga selaku perangkat desa setempat. Saya tidak tau apakah kutipan tersebut sudah berdasarkan hasil musyawarah ditingkat desa atau belum. Karna kalau memang sudah seperti itu ketentuan yang dibuat, tentu ada Peraturan Desa (Perdes) yang telah disepakati oleh Bupati dan Camat ,” Jelas Napit

“Anehnya lagi kalau kita cerita masalah Bantuan dari pemerintah apalagi dimasa pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Jujur saja, sejak awal tahun 2021 ini sampai sekarang saya belum pernah menerima bantuan sama sekali, baik itu PKH ataupun BLT DD. Padahal saya bisa dikatakan keluarga kurang mampu, alasannya rumah saya pun ngontrak, anak sekolah saya 2 (dua) dan saya berstatus duda, begitupun saya tidak dapat bantuan. Dan herannya malah ada perangkat desa yang malahan dapat bantuan,” terangnya terheran

Bukan hanya saya yang mengalami hal yang sama, namun masih banyak warga desa bernasib sama seperti saya ini pun tidak dapat bantuan. Saya bingung dengan kebijakan oknum pemerintahan desa pancur batu yang tidak berpihak kepada kami warga kurang mampu ini bang…, tolonglah kami yang lemah ini agar dapat merasakan keadilan yang sepantasnya. Karna saya hanyalah berprofesi sebagai  buruh lepas yang hanya bergaji Rp.90.000/hari, itu pun kalau lagi ada yang membutuhkan tenaga saya. Kalau tidak ada yang ngajak kerja, ya gak dapat uang bang..”.terang G Napitupulu dengan raut wajah sedih sambil meneteskan air mata

Sementara saat hal ini inging dipertanyakan kepada Sahe Munte Kepala Desa Pancur batu melalui sambungan telphone, walau terdengar nada panggilan masuk, pihaknya enggan mengangkat telphone. Hingga berita ini diterbitkan awak media belum juga mendapat kerengan dari Kades setempat.
(Daris Kaban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *