Puskesmas Dolat Rakyat Memiliki 44 Orang Tenaga Kesehatan, Namun Kondisinya Jorok Dan Kumuh

Ket foto : Lingkungan disekitar bangunan Puskesmas Dolat Rakyat tampak Jorok dan Kumuh

Tanah Karo | Pasca diberitakan, pelayanan kesehatan di Puskesmas Dolat Rakyat terpantau ada puluhan warga yang akan berobat dan terlihat beberapa pelayan kesehatan sedang melakukan kegiatan vaksin terhadap tenaga guru. Kamis, (29/07/2021) sekira pukul 14:15 Wib

Salah seorang pasien yang berprofesi sebagai tenaga pendidik (guru) saat ditanya awak media, jam buka puskesmas tersebut mengatakan,

“baru dibuka siang tadi, mungkin karena ada jadwal vaksin untuk guru sekolah aja makanya dibuka,” ujarnya

Ia juga membenarkan jika puskesmas tersebut keseringan ditutup. “Seperti gak ada puskesmas disini. Kapusnya terlihat suka-suka, mau buka atau tutup. Itu terserah kapusnya, padahal Kapusnya perempuan cantik lagi. Namun dari sekian banyak tenaga kesehatan di Puskesmas ini yang cantik-cantik tapi bisa kalian lihat saja sendiri kondisi lingkungannya tidak sesuai parasnya, terlihat kumuh dan jorok, tidak ada perawatan kan..,” ujarnya sambil tersenyum masam

Sebelumnya sudah beberapa media memberitakan tentang seringnya tak beroperasi atau tutup dijam kerja Puskesmas Dolat Rakyat, Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

dr. Eva Julieta br. Tarigan Kapus Dolat Rakyat terkesan ‘Geram’ dan membantah pemberitaan wartawan yang dianggapnya bohong.

“Kemarin, Saya seharian disini. Siapa bilang tutup. Buka kok, makanya saya hanya ketawa aja pas baca berita itu,” ketusnya kepada wartawan di ruang kerjanya

Sambungnya lagi, “tidak ada warga Dolat Rakyat yang bernama Theo Sabastian Tarigan. “Gak ada yang namanya Theo di Dolat Rakyat. Kalau warga dari luar jarang berobat disini. Kalaupun ada, ketika ada kecelakaan saja,” imbuhnya.

“Saya bukan sengaja tidak merespon konfirmasi kalian. Kalau sudah pulang dari kerja, saya terbiasa langsung istirahat. Mungkin tadi malam, anak saya yang pegang hp, jadi terlihat online,”  tambahnya terkesan membela diri.

Dijelaskannya, puskesmas yang dipimpinnya setiap hari beroperasi atau buka mulai dari pukul 08:00-14:30 WIB. Sedangkan dihari Jumat-Sabtu hanya beroperasi hingga pukul 13:00 WIB. Sementara untuk pendaftaran pasien dibuka hingga pukul 12:00 WIB.

“Kalau hari Minggu tutup. Jika ada yang mau partus. Kita langsung menghubungi penjaga untuk membuka pintu, supaya pasien dapat masuk. Rumah penjaga puskesmas dekat koq, hanya selang dua rumah dari sini,” sebutnya.

Ket foto : Kepala Puskesmas Dolat Rakyat, Kecamatan Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dr. Eva Julieta br. Tarigan saat dimintai keterangan didepan ruang kerjanya.

Dikatakannya lagi, puskesmas yang dipimpinnya tidak melayani rawat inap. Bahkan sudah jarang orang berobat disini. “Setahu saya, ada beberapa puskesmas lagi yang tidak melayani rawat inap. Untuk tenaga kesehatan disini berjumlah 44 orang. Sedangkan dokternya ada 4 orang, 3 dokter umum dan 1 dokter gigi,” bebernya.

Ketika ditanya terkait pasien postif Covid-19 yang dirawat, ia mengatakan ada 3 orang. “2 orang telah dirujuk ke Rumah Sakit Efarina dan seorang lagi sedang diisolasi mandiri di rumahnya. Soal perawatan dan obatnya, tetap kita antar melalui kepala desa atau tim gabungan,” ujarnya.

Disela-sela pembicaraan, dr. Eva Julieta br. Tarigan mengatakan, sebagian bangunan puskesmas tidak sepenuhnya milik pemkab.

“Bangunan ini aja, tempat kerjaku ini masih pinjam pakai. Sebelahnya lagi masih milik kehutanan,” katanya mengakhiri.

(Daris Kaban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *