PUNGLI…, Masuk Desa Semangat Gunung Terus Berlanjut, Polres Tanah Karo Diduga Tebang Pilih Penegakan Hukum

Ket Gmbr : Aksi pengutipan oleh beberapa kelompok warga Desa Semangat Gunung terhadap para pengunjung masih tetap berlanjut.

Tanah Karo | Terkait permasalahan maraknya aksi pengutipan liar lintas alam desa semangat gunung. Baru-baru ini sudah dibahas dalam rapat bersama Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono SH, S.I.K, Bupati Karo, Ketua DPRD Karo, Wakapolres Tanah Karo Kompol Aron T.T Siahaan SH yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Saber Pungli, dihadiri perwakilan masyarakat Desa Semangat gunung, Pengurus Bumdes Tunas Baru Desa Doulu, dan dihadiri oleh Bupati Karo dan Ketua DPRD Karo beserta jajaran dinas terkait. Yang dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2021 sektar pukul 14 : 30 wib Bertempat di Aula purpur sage Mapolres Tanah Karo.

Jelas diketahui dan akui bersama para peserta rapat kala itu bahwa terkait kegiatan pengutipan terhadap para pengunjung/wisatawan yang masuk ke kawasan wisata desa doulu dan desa semangat gunung “belum di legalkan” alias belum ada aturan ketetapan yang jelas dan belum ada kekuatan hukum tetap. Sehingga ada diamankan oleh personil satreskrim polres tanah karo 5 (lima) orang petugas pengutipan yang ditugaskan oleh pengurus BUMDes Tunas Baru Desa Doulu berdasarkan adanya laporan masyarakat ungkapnya saat itu.

Dalam musyawarah tersebut pada kesimpulannya secara tegas Ketua Tim Saber Pungli Wakapolres Tanah Karo Kompol Aron T.T Siahaan mengatakan,

“tidak diperbolehkan lagi pihak manapun melakukan kegiatan pengutipan kepada pengunjung dan wisatawan karna masih berstatus ilegal (tidak sah). Sampai ada Surat Keputusan (SK) Bupati ataupun Perda yang mengatur tentang pengutipan retrebusi” Tegas Wakapolres. 


Baca juga : https://mahaganews.com/2021/06/ketua-pelaksana-satgas-saber-pungli-kompol-aron-tamba-tm-siahaan-sh-stop-aksi-premanisme-dan-pungli/

Hal itu telah disepakati bersama semua pihak yang hadir dalam rapat tersebut. Namun anehnya kegiatan pengutipan berkedok atas dasar musyawarah masyarakat setempat kembali dilakukan oleh sejumlah Warga Desa Semangat gunung, Kec.Merdeka, Kab.Karo. Kepada setiap pengunjung yang melintas di kutip biayaa karcis masuk sebesar Rp.5000/org.

Tentunya publik merasa heran dan tanda tanya besar, kenapa hasil kesepakatan bersama maupun instruksi Kapolres Tanah karo dan arahan dari Ketua Tim Saber Pungli polres tanah karo tidak juga di indahkan, malahan terkesan di lecehkan oleh sekelompok warga desa semangat gunung dengan kembali melakukan pengutipan sebelum ada legalitas yang jelas. Ada apa…??? 

Kompol Aron Siahaan pada rapat tersebut juga tegas mengatakan, “bila ada yang tetap melakukan pengutipan, maka petugas akan menindak tegas sesuai aturan dan undang undang yang berlaku,” Ujarnya 

Faktanya sampai saat ini aksi pengutipan masih terus berlangsung, bahkan walau sudah ada korban yang membuat laporan polisi secara resmi ke SPKT Polres Tanah Karo pada tanggal 30 juni 2021 dengan nomor : STTLP/B/556/VI/2021/SPKT/Polres Tanah Karo/Polda sampai saat ini belum ada upaya penindakan tegas dari aparat kepolisianterhadap pelaku pengutipan liar yang ada di desa semangat gunung. 

“Sejak tanggal 30 juni 2021 sudah saya buat laporan polisi dan langsung di BAP oleh penyidik namun sampai sekarang masih adem ayem, pelaku pungli masih saja bebas melakukan pengutipan di semangat gunung. Jangan-jangan sudah ada apa-apanya ke aparat dari hasil pengutipan itu, maka laporan saya belum juga ditindaklanjuti.” Ungkap korban yang enggan namanya dituliskan.

Untuk memastikan adanya laporan polisi tersebut, awak media mencoba mengkonfirmasi ke nomor kontak Watshaap milik wakapolres tanah karo Kompol Aron T.T Siahaan SH prihal perkembangan laporan warga tersebut, namun hingga berita ini dilayangkan ke meja redaktur, belum juga mendapat respon maupun tanggapan dari Ketua Tim Saber Pungli Polres Tanah Karo.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *