Prihatin..” Ketua PAC Pospera Kabanjahe Rianto Ginting Kunjungi Kediaman Korban Pencabulan Anak Dibawah Umur

Ket Foto : Ketua PAC Pospera Kabanjahe Rianto Ginting, Amd didampingi bendehara Agnesia br Nababan dan pengurus lainnya serahkan bantuan sembako ke kediaman korban pencabulan anak.

Tanah Karo | Sebagai bentuk keprihatinan terhadap korban pencabulan anak dibawah umur, yang dilakukan oleh seorang ayah tiri terhadap anak dibawah umur yang tak lain masih anak tiri pelaku yang terjadi beberapa hari lalu di Desa Nageri Kecamatan Munte, Kab.Karo Sumut. Pengurus Anak Cabang PAC POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat) Kec. Kabanjahe kunjungi kediaman korban.

Dibawah komando Ketua PAC Pospera Kabanjahe Rianto Ginting, Amd didampingi bendehara Agnesia br Nababan dan pengurus lainnya pihaknya tampak memberikan dukungan moral serta menyerahkan sumbangan berupa kebutuhan pokok (sembako).

Pada kesempatan tersebut, dihadapan  orang tua (ibu kandung) korban. Rianto Ginting mengatakan tujuan kedatangannya beserta pengurus lainnya yaitu sekedar memberi dukungan moral, semangat terutama buat ibu korban Ani Purwati (32) agar kuat sabar menghadapi cobaan yang sedang dihadapi keluarga.

“Kami turut prihatin atas kondisi yang dihadapi keluarga khususnya terhadap nasib adik-adik (korban) ini, semoga keluarga ini diberikan kesabaran dan kekuatan dalam menerima cobaan ini. Pospera akan tetap mengawal kasus ini sampai tuntas,” Ujar Rianto

“Kami berharap agar aparat penegak hukum bekerja secara profesional, sama – sama kita doakan agar adik-adik (korban) ini mendapatkan pendidikan yang layak hingga ke jenjang perguruan tinggi. Semoga Komisi Perlindungan Anak dapat segera memperhatikan nasib keluarga korban, dan yang terpenting saat ini yaitu upaya dalam pemulihan mental keluarga korban,” Harap Ginting.

Ditempat yang sama, menyahuti perkataan Ketua PAC Pospera Kabanjahe, ibu 4(empat) anak ini tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pengurus.

“Terikasih atas kepedulian dan perhatiannya kepada keluarga kami. Semoga Tuhan yang maha esa membalas kebaikan pengurus pospera kabanjahe, disini kami keluarga bermohon  kiranya abang-abang dan kakak mendoakan kami agar kami kuat menjalani hidup dan menghadapi cobaan yang sedang kami hadapi ini,” Ungkapnya sambil meneteskan air mata

Dirinya juga berharap agar tersangka (pelaku cabul) yang tak lain adalah suaminya sendiri itu di hukum berat atau seumur hidup. Baginya walau tidak berjumpa lagi dengannya mungkin bisa lebih baik lagi kehidupannya. 

“Saya berharap agar tersangka dihukum seberat-beratnya atau seumur hidup. Gak apa kami tak berjumpa lagi dengannya, mungkin ini sudah kehendak yang maha kuasa. Semoga kami siap menjalani hidup walau tanpa ada dia (tersangka).” Ketusnya sambil mengelap air mata dipipinya.

Dilokasi tempat tinggal keluarga korban pencabulan ini terlihat kehidupan keluarga korban sangat memperhatinkan.

Mereka keluarga (korban) tinggal dan menetap di rumah sangat sederhana, ber ukuran kecil, sempit dan rumah tersebut terbuat dari kayu serta sudah sebagian rapuh, kamar hanya di tutup kain, tanpa ada kamar mandi disekitar tempat tinggal mereka.

Hasil penuturan salah satu tetangga korban, kepada awak media mengatakan,  “mereka hanya menumpang dirumah itu bang, mereka selama ini bekerja sebagai buruh tani yang kerap dipekerjakan dan menjaga lahan pertanian dari sipemilik rumah dan sepengetahuan saya selama ini ibu korban lah yang mencari nafkah dan suaminya itu tau nya hanya minta uang dan  malas kali kerja.” Beber tetangga korban yang enggan namanya dituliskan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *