Anggaran Dana BOS Dan Dana Komite Di SMA N 4 Medan Terindikasi Ada Penyelewengan, Kepsek Cuex Bebex

Ket gambar : Gedung SMA N 4 Medan, tampak samping

Medan | Dana bantuan oprasional sekolah (BOS) dan Dana Komite sekolah di SMA Negeri 4 Medan diduga terindikasi ada penyelewengan. Saat dipertanyakan terkait peruntukan serta pengalokasian anggarannya kepada kepala sekolah enggan memberikan keterangan alias “cuex bebek”.

Menurut informasi yang didapat dari salahseorang guru yang mengabdi disekolah tersebut kepada awak media mengaku, 

“Kepala sekolah telah 2(dua) kali diminta penjelasan oleh para guru tentang ke mana saja digunakan dana komite yang dipungut dari murid setiap bulannya, namun penjelasan pak kepsek terkesan tidak trasparan kemana saja peruntukannya,” ungkap guru yang meminta kepada wartawan agar namanya tidak tuliskan demi keamanan

Lanjutnya lagi, “setiap bulan dana komite dipungut dari ribuan murid/siswa yang ada di SMA Negeri 4 (empat)  dan diperkirakan jumlahnya berkisar Rp160 juta/bulan yang terkumpul. Sementara pengeluaran setiap bulannya setau kami cuma Rp108 juta. Itu kan artinya, setiap bulan ada saldo dana komite sebesar Rp52 juta dan jika dikalikan selama 4 tahun masa kepemimpinannya disekolah ini berati saldo nya mencapai Rp2.496.000.000. Nah, saldo dana komite sebesar itu ternyata setelah kami telusuri tidak ada di Kas komite sehingga para guru tempo hari meminta pertanggung jawaban dari pak Ramly selaku Kepala Sekolah di SMA N 4 Medan ini,” Bebernya

Untuk diketahui, sejak pak Ramly memimpin sekolah ini terhitung sejak tahun 2013 hingga 2017 keberadaan pengurus komite sama sekali tak jelas. Dan ia sengaja membiarkan tak ada pengurus komite supaya bisa suka-sukanya mengatur penggunaan dana komite,” Ujarnya 

Dirinya menambahkan, “sampai sekarang para guru masih terus menunggu jawaban dari pak kepala sekolah kemana raibnya dana komite sebanyak Milyaran rupiah selama memimpin sekolah ini. Bagaimana nasib SMA N 4 ini nantinya kalau hal ini tidak terungkap juga ?? Sebentar lagi di tahun 2021 ini Kalau gak salah bulan 09 beliau sudah pensiun. Masalah ini harus terus dipertanyakan sampai pak Ramly mau jujur kemana saja miliaran dana komite itu digunakan.” Kesalnya lagi

Dari keterangan yang dihimpun, Kepala Sekolah SMA N 4  dibawah kepemimpinan Drs Ramly M.Pd selama ini terkesan kebal hukum dan misinya sukses dalam hal dugaan adanya penyelewengan dana komite sekolah dan juga penggunaan anggaran dana BOS disekolah tersebut yang terhitung sejak dari tahun 2013 lalu hingga 2021 ini telah berjalan mulus.

Dari hasil investigasi dilapangan dan keterangan yang didapat dari beberapa orang dalam dan juga termaksud orang dekat Kepsek (Ramly) yang tidak ingin di sebutkan identitas nya mengaku bahwa, “Berkisar tahun 2017, ada orang dekat Kepsek Ramly Pernah disuruh Ke Kediamannya, saat itu hari sudah malam dengan membawa satu buah tas yang di duga berisi uang diperkirakan milyaran rupiah, kata orang yang mengaku dekat dengan kepsek tersebut, seraya mengatakan bahwa dirinya siap menjadi Saksi di pengadilan bila diperlukan.

Selanjutnya, seseorang yang mengaku sebagai orang dekatnya Kepsek tersebut sempat kesal melihatnya karna tidak mau membagi uang sebanyak itu padanya. Dan sempat juga mengatakan bahwa uang yang diduga berasal dari dana komite yang terkumpul  tersebut sudah di belikan aset salah satu nya bangunan ruko dikota Medan. Harganya kurang lebih hampir 1,2 Milyar. Lalu ada juga di belikan aset lahan perkebunan kelapa di kampung nya Tanjung Balai Asahan lebih kurang berkisar 900juta dan ada juga anak nya Pak Kepsek Ramly yang kuliah di fakultas kedokteran.” Beber narasumber yang mengaku pernah sebagai orang dekat kepsek yang enggan menyebutkan identitasnya.

Dilain tempat, saat awak media menayakan terkait penggunaan dana komite sekolah di SMA N 4 Medan kepada salah seorang orang tua/ wali murid ber inisial C T (45) warga kota Medan pihaknya mengaku kesal karna prihal dana komite sekolah yang selama ini rutin dibayarkan ke pihak bendehara sekolah tidak jelas dialokasikan kemana saja dana tersebut. Pihak sekolah juga tidak pernah mengundang kami selaku orang tua/wali murid untuk rapat bersama komite sekolah. Saya meminta agar penggunaan dana komite 2013-2017 di SMA Negeri 4 Segera diusut Tuntas oleh aparat penegak hukum. Ungkapnya kesal

Menindaklanjuti informasi tersebut, saat Mahaganews.com menanyakan hal itu kepada Kepala Sekolah SMAN 4 Drs. Ramly M.Pd melalui pesan singkat waatshaap kenomor kontak miliknya, pesan yang dilayangkan tersampaikan, namun tidak dibalas walaupun diketahaui pesan tersebut sudah dibaca, begitu juga saat dihubungi melalui panggilan telphone pihaknya juga tidak bersedia mengangkat panggilan telphone dari wartawan. 

Hingga berita ini diterbitkan, Drs Ramly M.Pd belum juga bersedia memberikan keterangan dan terkesan cuex bebek.
(Red.JN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *