Sakit Hati Sering Diberitakan, “Para Tersangka S, YFP Dan AS Tega Habisi Nyawa Marsal Harahap”

Ket Gambar : Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak secara resmi mengungkap identitas para pelaku penembakan yang menewaskan Mara salem Harahap. Di Mapolres Siantar.

SIANTAR | Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Simanjuntak didampingi Direktorat (Dit) Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, secara resmi mengungkap identitas para pelaku penembakan yang menewaskan Mara salem Harahap seorang jurnalis dan juga pemilik salahsatu Media Online di Sumatera utara. 

Pada kegiatan Pers Rilise yang digelar di halaman Mapolres Siantar, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan, identitas para pelaku penembakan yang diamankan berinisial S (57) warga siantar selaku Pemilik KTV Ferrari THM (tempat hiburan malam), YFP (31) Warga Siantar selaku Humas dan 1(satu) lagi oknum TNI ber inisial “AS” selaku Pengawas dilokasi tersebut juga terlibat dalam kasus ini.

Kapolda, “terungkapnya kasus ini setelah personil melakukan pemeriksaan terhadap 57 orang saksi, CCTV di sejumlah tempat korban dan para pelaku dan hasil uji laboratorium forensik dan balistik,” ungkapnya

“Motif yang dilakukan oleh pelaku adalah atas dasar rasa sakit hati oleh S selaku pemilik KTV Ferrari dan juga merupakan bekas Calon Walikota Pematangsiantar saat pilkada 2015 terhadap korban yang selalu memberitakan peredaran narkotika di tempatnya,” kata Kapolda.

Selanjutnya, karena tak tahan dengan pemberitaan yang terus menerus dilakukan korban. Tersangka S meminta YFP untuk memberikan pelajaran kepada korban.

Diakhir bulan mei awal bulan juni tersangka S bertemu YFP dan juga AS dirumah S dijalan Seram bawah nomor 42. Dalam pertemuan itu tersangka S berucap, Kalau begini orangnya, cocoknya dibedil (ditembak).

Usai pertemuan itu, Tersangka S mentransfer uang sebesar 15 juta rupiah kepada tersangka AS untuk dibelikan senjata api.

Dari kejadian ini polisi mendapatkan barang bukti berupa 1 datsun Go warna putih BK 1921 WR, 1bilah parang, Kwitansi Ferari Bar dan Resto, Senjata Air softgun, 1pucuk pistol pabrikan M911A1 US Army, 1 buah magazen, 1 unit sepeda motor, Terang Kapolda

Lebih lanjut dikatakan Kapoldasu, “insial AS adalah oknum TNI, makanya Pangdam I/BB hadir di sini. Perhatikan, saya sudah sampaikan siapapun yang bersalah, kita tindak tegas. Enggak usah dibawa kemana-mana,” katanya saat didampingi Pangdam I/BB Mayjen TNI Hasanuddin dan Dir Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja. Kamis, (24/06/2021) Sore di Halaman Mapolres Siantar

“Kasus penembakan terhadap Marsal Harahap karena para tersangka merasa sakit hati terhadap korban. Sehingga, muncul niat untuk menghabisi nyawa jurnalis itu dengan menggunakan senjata api” terangnya

“Untuk senjata api yang digunakan oknum TNI, itu buatan pabrikan Amerika bukan berasal dari institusi TNI dan diduga berasal dari perdagangan ilegal. Nomor registernya jelas buatan Amerika. Senjata pabrikan belum tentu masuk dengan benar dan milik kesatuan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberi dukungan kepada Polri sejauh ini dalam mengungkap kasus yang menewaskan Alm.Marsal Harahap,” ujar Kapoldasu

Tambahnya lagi, “atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 338 dan Pasal 340 KUHPidana dengan ancaman Hukuman maksimal Hukuman mati atau seumur hidup. Kini kedua tersangka ditahan mako Brimob Pematangsiantar guna pemeriksaan lebih lanjut.” Beber Panca

(Syafriandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *