Pelarian Panjang Pelaku Penganiayaan Di Ruang IGD RSU Kabanjahe “Kandas” Ditangan Satreskrim Polres Tanah Karo

Ket foto : KBO Satreskrim Polres Tanah Karo Iptu S Silalahi, saat mengintrogasi para tersangka pelaku pengaiayaan. Di Mapolres Tanah Karo.

Tanah Karo | Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Tanah Karo AKP Adrian Risky Lubis akhirnya berhasil menangkap dan mengungkap 5 (lima) orang pelaku penganiayaan yang terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe. 

Dari informasi yang didapat, seluruh pelaku sebanyak 5 (lima) orang ini diamankan secara bergantian di lokasi berbeda.

Hal itu diungkap Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Adrian Risky Lubis, melalui KBO Satreskrim Polres Tanah Karo Iptu S Silalahi, kasus penganiayaan ini terjadi pada Minggu (1/11/2020) lalu.

Dirinya mengatakan, para pelaku ini diduga melakukan penganiayaan terhadap para korban yang sedang mendapatkan penanganan medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Kabanjahe. 

“Kasus penganiayaan ini berawal dari adanya laporan yang mengadu jika telah terjadi penganiayaan, di ruang IGD RSU Kabanjahe,” ujar KBO Iptu S Silalahi. 

Dijelaskan lagi,  adapun ke 5 (lima) orang pelaku yang kini sudah semuanya ditangkap ber inisial RAP yang masih dalam kategori anak. Dirinya mengatakan, RAP diamankan di Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang. Untuk RAP sendiri, saat ini sudah dilakukan proses hukum dan sudah masuk tahap ke dua. 

Selanjutnya, pelaku kedua yang berhasil diamankan yaitu Muladi Asep Tarigan alias Joy. Pelaku yang memiliki inisial lain dengan julukan Black ini, diamankan di Simpang Tiga Desa Laudah, Kecamatan Kabanjahe. Saat ini, Black juga sudah diproses hukum dan masuk ke dalam tahap dua. 

Kemudian pelaku ketiga yang sudah diamankan, yaitu Brando Ginting alias Sasa yang diamankan di kawasan Pasar Induk, Kota Medan. Saat ini, Brando juga telah menjalani proses hukum dan telah dilakukan tahap dua. 

Untuk pelaku keempat yang berhasil diamankan, yaitu Imanuel Sinuraya. Diketahui, Imanuel diamankan di Kelurahan Tanjung Sari, Kota Medan. Dan pelaku terakhir yang diamankan, Pasta Ginting yang ditangkap di Desa Sibira Parbuluan, Kabupaten Dairi. Untuk kedua pelaku ini, masih dalam tahap proses lidik. 

“Dari ke 5 (lima) pelaku penganiayaan ini, 3 (tiga) orang di antaranya sudah masuk tahap dua, sedangkan dua lagi masih dalam proses lidik,” ungkapnya. 

Berdasarkan data yang didapat, dari penganiayaan ini empat orang menjadi korban. Yaitu Herman Napitupulu warga Jalan Irian, Kecamatan Kabanjahe, Iwan Napitupulu warga Jalan Irian, Kecamatan Kabanjahe, Pandapotan Napitupulu warga Jalan Irian, Kecamatan Kabanjahe, dan Rudy Tanjung warga Jalan Bandara, Sibolga. 

Silalahi menjelaskan, dari aksi keji yang dilakukan oleh para pelaku ini setidaknya membuat beberapa korban mengalami cacat pada beberapa bagian tubuhnya. Dari hasil rekaman kamera pengawas yang ada di ruang IGD RSU Kabanjahe, penganiayaan dilakukan dengan membabi buta. 

Akibat perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan pasal 170 ayat 2, Sub 351 ayat 1, Sub 351 ayat 2, Yo 55,56, KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara. Beber Iptu S Silalahi
(Daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *