Ketua Pelaksana Satgas Saber Pungli Kompol Aron Tamba TM Siahaan SH, “Stop Aksi Premanisme Dan Pungli”

Ket Foto : Ketua pelaksana Tim Saber Pungli Polres Tanah Karo Kompol Aron Tamba T M Siahaan SH (tengah) saat memberikan penjelasan dihadapan warga desa Doulu dan Perwakilan pelaku usaha pemandian air panas semangat gunung. Di Ruang rapat Mapolsekta Berastagi. Minggu, (20/06) .

Tanah Karo | Sesuai arahan  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada seluruh jajaran Polda  dan Polres di seluruh indonesia dalam upaya pencegahan aksi premanisme dan pungutan liar. Demi terciptanya situasi kondusif dan aman kepada seluruh masyarakat. 

Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono SH, S.IK melalui Wakapolres Tanah Karo Kompol Aron Tamba T M Siahaan SH yang juga dipercayakan sebagai Ketua Pelaksana Tim Satgas Saber Pungli Polres Tanah Karo. Tegas menegaskan, “stop segala aksi premanisme dan Pengutipan liar (Pungli) diwilkum Polres Tanah Karo.

Hal itu ditegaskan Wakapolres tanah karo Kompol Aron Tamba TM Siahaan SH, saat gelar rapat bersama puluhan Pengurus BUMDes Tunas Baru Desa Doulu beserta beberapa pelaku usaha pemandian air panas Desa Semangat Gunung. Di ruang rapat Mapolsekta Berastagi. Minggu, (20/06/2021) .

Pertemuan tersebut membahas tentang banyaknya keluhan dari pengunjung/wisatawan yang hendak masuk ke kawasan wisata pemandian air panas desa semangat gunung yang disebabkan adanya beberapa titik pengutipan yang dilakukan oleh  warga Desa Doulu dan warga Desa Semangat Gunung.

Sebelumya, berdasarkan adanya laporan dari masyarakat yang diterima unit SPKT polres tanah karo dengan nomor  LP/521/Vl/2021/SPKT/Polres Tanah Karo terkait kasus pemerasan yang dialami Korban inisial LMM (41) Karyawan swasta, warga Jalan Kapt.Muslim, Helvetia, Medan pada hari Sabtu, (19/06/2021) pukul 22 : 20 Wib.

Selanjutnya, Satreskrim polres tanah karo dibawah komando AKP Adrian Risky Lubis S.IK memerintahkan Kanit Tipiter Polres Tanah Karo Iptu S Rajagukguk beserta beberapa personil untuk melakukan penangkapan terhadap para terduga pelaku pemerasan di pos pengutipan desa doulu. Dari oprasi tersebut 5 (lima) orang terduga pulaku pemerasan berhasil diamankan petugas beserta sejumlah barang bukti.

Usai petugas mengamankan para terduga pelaku pengutipan, puluhan Warga Desa Doulu tampak mendatangi Mapolres Tanah karo menuntut kepada pihak kepolisian agar rekannya dibebaskan.

Akhirnya setelah diberikan penjelasan oleh petugas bahwa proses pemeriksaan wajib dilakukan sesuai regulasi yang ada, puluhan warga yang terdiri dari kaum ibu dan lansia desa doulu beserta pengurus BUMDes bersedia untuk kembali ke desanya.

Namun sebagai bentuk kekecewaan, warga desa doulu membuat aksi menutup akses jalan menuju kawasan wisata alam desa semangat gunung. 

Tak ayal dari aksi penutupan akses jalan tersebut berdampak terhadap pelaku usaha pemandian air panas yang ada di desa semangat gunung, sehingga kawasan wisata pemandian air panas sepi dari pengunjung.

Menyikapi hal tersebut, Minggu, (20/06/2021) pagi bertempat di ruang rapat Mapolsekta berastagi. Ketua pelaksana tim saber pungli polres tanah karo Kompol Aron T TM Siahaan SH didampingi Kapolsekta Berastagi Kompol L Marpaung, Kabag Ops Polres Tanah Karo Kompol Dearma Munte SH,  Kasat Intel Polres Tanah Karo Iptu Narno, dan turut  juga dihadiri Kadis Pariwisata Kab.Karo Munarta Ginting menggelar rapat bersama dengan para pengurus Bumdes tunas baru desa doulu beserta pelaku usaha pemandian air panas desa semangat gunung yang diwakili oleh Adrian Surbakti dan Kristian Ginting.

Wakapolres tanah karo Kompol Aron pada kesempatan tersebut menegaskan, “kegiatan pengutipan yang selama ini dilakukan masyarakat dua desa, masih ilegal sesuai pengakuan dari perwakilan pemkab karo yang diwakili kadis pariwisata kab.karo pak Munarta ginting. Dan tentunya telah melanggar peraturan perundang undangan yang berlaku,” Ujarnya

Dirinya menambahkan, “demi terciptanya situasi keamanan terhadap masyarakat, pengunjung maupun wisatawan, agar kegiatan pengutipan segera di hentikan sementara. Sampai adanya legalitas yang jelas. Begitu juga mengenai aksi penutupan akses jalan oleh warga desa doulu, saya mohon agar warga membuka kembali akses jalan yang sempat ditutup demi menghindari persoalan baru yang dapat berdampak buruk terhadap citra dunia pariwisata di tanah karo. Karna jujur saya masih sangat cinta terhadap alam tanah karo, mangkanya saya kembali bertugas disini.” Ungkap Kompol Aron Tamba TM Siahaan SH Ketua Tim Satgas Saber Pungli

Ditempat yang sama, Kabag Ops Polres tanah karo Kompol Dearma Munte juga mengatakan bahwa, “terkait penahanan terhadap ke 5 (lima) orang warga desa doulu, bila ada yang siap menjamin untuk melakukan permohonan penangguhan penahanan, itu sah-sah saja. Tentunya penangguhan tersebut dijalankan dengan ketentuan yang ditetapkan. Silahkan saja ajukan penangguhannya.” Bebernya

Usai mendengar penjelasan oleh pihak kepolisian dan Dinas Pariwisata Kab.Karo. Warga dan pengurus BUMDes Tunas Baru Desa Doulu beserta perwakilan pelaku usaha sepakat untuk tidak melakukan pengutipan sampai adanya aturan yang menyatakan layak untuk dilaksanakan. Selanjutnya peserta rapat membubarkan diri dengan tertib dan lancar.

(Daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *