Sempat Kabur ke Taiwan, Pelaku Pencabulan di Tangkap Satreskrim Polres Demak

Demak – AI (30) warga Desa Harjowinangun, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, yang sempat kabur setelah melakukan pencabulan anak di bawah umur, kini berhasil dibekuk Sat Reskrim Polres Demak.

Tersangka ditangkap polisi saat berada di Taiwan, ketika merantau selama beberapa tahun.

Kasus ini sendiri sebenarnya terjadi tahun 2014 lalu. Namun karena tersangka melarikan diri ke luar negeri, kasus baru bisa dikembangkan setelah polisi bekerjasama dengan Ditjen Imigrasi Kemenkumham RI, BNP2TKI serta Divhubinter Polri.

Kapolres Demak AKBP Andhika Bayu Adhittama menuturkan, kasus bermula saat tersangka mendapatkan nomor handphone korban. Setelah intens berkomunikasi melalui handphone, disitulah tersangka mulai menyatakan cinta kepada korban. Dari situ tersangka dan korban mulai berpacaran.

“Tersangka mengaku, sering mengajak korban kerumahnya. Disanalah tersangka sering mencabuli korban dengan memaksa mencium bibir hingga meraba alat kelamin korban,” terang AKBP Andhika saat konferensi pers di Mapolres Demak, Senin (17/5/2021).

Dikatakan, pada tanggal 20 Februari 2014 korban datang kerumah tersangka lalu tersangka menjanjikan korban akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa terhadap korban hingga kemudian tersangka menyetubuhi korban.

“Di kamar korban dirayu oleh tersangka, kemudian terjadilah persetubuhan,” ungkapnya.

Selanjutnya, dua hari kemudian tersangka menyuruh korban untuk datang kerumah lagi hingga tersangka menyetubuhi korban untuk yang kedua kalinya.

“Akibat kejadian tersebut menjadikan korban mengalami trauma karena sudah tidak perawan lagi, kemudian orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Demak,” imbuh Andhika.

Atas perbuatannya, tersangka di jerat Pasal 81 ayat (2) Atau Pasal 82 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Tersangka diancam hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000,” pungkas Andhika.

Sementara itu, tersangka AI mengaku sengaja melarikan diri ke Taiwan karena dirinya tahu bahwa perbuatannya kepada korban dilaporkan orang tua korban ke polisi.

“Saya tahu jika dilaporkan ke polisi. Lalu saya kabur ke Taiwan untuk mencari pekerjaan,” katanya.

Hingga kini, kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur masih ditangani Polres Demak. Beberapa barang bukti seperti pakaian dan handphone diamankan pihak kepolisian.
(Endang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *