Dansatgas Letkol Kav Yuli Eko Hadyanto: “Lau Kawar Wilayah Zona Merah Dan Bukan Kawasan Objek Wisata”

Ket Foto : Dandim  0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hadyanto yang juga selaku Dansatgas Penanganan Bencana Gunung Sinabung Saat ditemui Temui Tim awak media.

Tanah Karo | Dandim  0205/TK Letkol Kav Yuli Eko Hadyanto kembali menekankan terhadap masyarakat agar tetap menjauhi wilayah yang telah ditetapkan sebagai  zona merah berbahaya diarea Lingkar gunung api sinabung khususnya kawasan Danau Lau Kawar dan bantaran sungai lau borus.

Dandim 0205/TK juga menegaskan agar warga tetap mematuhi arahan protokol kesehatan dan tetap menerapkan 3 M sebagai kebutuhan primer demi keselamatan dan kesehatan bersama serta upaya dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Tegasnya

Sampai detik ini Gunung Sinabung masih berstatus siaga. Untuk itu, baik warga maupun warga pendatang dilarang memasuki zona-zona bahaya yang ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan pemerintah. Semua kawasan zona merah tersebut telah dibuat portal maupun spanduk tulisan tanda dilarang masuk.

Himbauan tersebut disampaikan tegas oleh Ketua Dansatgas Tanggap Darurat Sinabung Letkol Kav Yuli Eko Hadyanto kepada wartawan , Jumat 21/05/2021 di ruang kerjanya

“Dengan ini saya menyatakan agar masyarakat disekitar lereng Sinabung dan warga pendatang asal luar daerah dilarang keras memasuki kawasan “zona merah berbahaya” termasuk wilayah Danau Lau Kawar, karna kawasan tersebut bukanlah tempat berwisata untuk saat ini,” ujarnya

Pihaknya menambahkan, “potensi terjadinya erupsi dan guguran awan panas masih sangat tinggi, selanjutnya informasi terkait aktivitas sinabung harus di dapat dari unsur pemerintah yang dapat dipertanggung jawabkan.” Beber Dandim 0205/TK Letkol Kav YuliEeko Hadyanto kepada awak media dan berharap agar hal itudi sebarluaskan guna diketahui khalayak ramai.

Dilain tempat, Kepala Pusat Vulkanologi Gunung Sinabung Armen Putra saat dimintai tanggapannya mengatakan, kubah lava gunung sinabung terus membesar, ditambah juga dengan tekanan magma dari dalam perut gunung.

“Selagi kubah lava masih ada jadi potensi guguran dan awan panas masih tinggi. Untuk tekanan dan jarak luncur masih terus fluktuatif tergantung dari dorongan,” ungkap Armen

Lanjutnya, Sampai saat ini aktivitas gunung terpantau masih terus mengeluarkan material abu vulkanik dan dapat berubah sewaktu – waktu bahkan beberapa hari lalu sempat juga tertutup abu vulkanik di beberapa desa yang berada di Kecamatan Namanteran. 

Dan berdasarkan data sementara status Gunung Api Sinabung masih ditetapkan pada level 3, dapat berubah tergantung suplai magma di dalam perut gunung.

Untuk itu, saya menghimbau kepada masyarakat atau pengunjung tetap menjauhi kawasan zona merah, radius 3 kilometer dari puncak gunung. Kemudian radius sektoral 5 kilometer untuk sektor selatan-timur, dan radius 4 kilometer untuk sektor timur-utara,” tegas Armen.

Artinya, demi keselamatan warga, zona-zona bahaya itu harus steril dari segala aktivitas.” Harap Armen

( Daris )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *