Bocah 4 Tahun Tewas Usai Mandi Di Pemandian Air Panas, Keluarga Korban : “Sudah Kehendak Allah”

Ket foto : Andrian Surbakti perwakilan pengusaha pemandian Air Panas Pariban saat kunjungi rumah duka di stabat yang di sambut hangat Julian Helmi (Ayah korban) dan keluarga.

Tanah Karo | Musibah yang menimpa korban a.n Abdullah (4) warga asal Stabat yang tewas usai mandi-mandi bersama orang tuanya di lokasi pemandian air panas Pariban, Desa Semangat Gunung, Kec Merdeka, Kab.Karo. Pada Hari Selasa, (18/05/2021) sekira pukul 19: 30 wib

Atas dasar kepedulian dan keprihatinan dari Pengusaha Pemandian Pariban Andrian Surbakti dan beberapa kerabatnya, kunjungi kediaman korban ke stabat. Rabu, (19/05/2021) pukul 10 : 00 Wib.

Walau tampak masih dalam suasana duka kedatangan perwakilan pengusaha pemandian pariban tersebut, disambut hangat kedua orang tua korban dan para pelayat saat dirumah duka di Stabat.

Dihadapan pihak keluarga korban dan para pelayat. Andrian Surbakti selaku perwakilan pengusaha dengan mata berkaca-kaca menahan sedih, tak lupa pihaknya mengungkapkan  ucapan turut berduka cita sedalam dalamnya atas musibah yang dialami keluarga korban,  pihaknya juga tampak menyerahkan bantuan berupa santunan sebagai tanda turut prihatin dan bentuk kepedulian kepada orang tua korban. 

Julian Helmi ayah korban didampingi sang istri Eli Sri dewi  juga mengungkapkan rasa terimakasih  kepada perwakilan pengusaha pemandian pariban yang telah jauh-jauh datang menyempatkan diri untuk hadir kekediamanya.

“Terimakasih atas kehadiran dan perhatiannya kepada pihak pengusaha pemandian pariban, kami menganggap bahwa musibah tersebut terjadi sudah kehendak allah dan kami juga tak menuntut apa-apa kepada pihak pengusaha karna kami juga mengakui bahwa kami sebagai orang tua korban  dan hal ini ada kelalaian kami juga sebagai orang tua, karna memang anak kami ada penyakit bawaan selama ini,” ujar Julian Helmi (ayah korban)

Dirinya menambahkan, ” kami sangat berterimakasih atas bantuan dan perhatiaan nya, kalian juga telah banyak membantu dari mulai mengantar ke Rumah Sakit , mengantarkan Jenazah hingga datang jauh-jauh dari berastagi ke tempat kami untuk melayat. Semoga atas kejadian ini jalinan silaturahmi tetap terjaga dan kami menganggap kalian sudah bagian dari saudara kami.” Ungkap Julian dan keluarga dan diamini pihak pengusaha

Adapun kronologi kejadian tewasnya seorang bocah balita usia 4 tahun asal Stabat tersebut. Menurut penuturan Manager Pemandian Pariban,  Andrian Surbakti menjelaskan, 

“Bermula saat  korban dan keluarganya sedang mandi mandi namun tanpa diketahui penyebab pasti korban tiba tiba lemas sehingga keluarga panik dan membawa korban ke loket penjagaan pintu masuk. Mengetahui hal itu, kami langsung mengantarkan korban dan keluarganya ke Puskesmas terdekat. Karna keadaan korban yang semakin memburuk, oleh  Bidan Eva Sitepu pegawai puskesmas diusulkan untuk membawa korban ke RS Amanda Berastagi,” Ungkap Adrian

Lanjutnya lagi, “Saat tiba di RS Amanda, Korban diperiksa oleh  dr. Maya, walau sudah dilkukan upaya diberikan bantuan pernafasan namun malang sekitar pukul 20 : 45 Wib  Korban bocah balita a.n Abdullah  tersebut dinyatakan telah meninggal dunia dan  Jenazah korban beserta keluarga langsung diantarkan mobil ambulan hingga ke Stabat. Seluruh biaya rumah sakit dan mobil ambulan sudah kita tanggung.” Beber Ardian Surbakti selaku Manager Pemandian Air Panas Pariban kepada awak media usai melayat ke rumah duka. Rabu,(19/05/2021) .


Terkait kejadian tersebut dibenarkan Kapolsek Simpang Empat, AKP A. Ridwan Harahap kepada awak media pihaknya menjelaskan,


“Mendapat informasi dari warga melalui sambungan telphone prihal kejadian tersebut, saya langsung mengintruksikan Kanit Reskrim IPDA Mona Tarigan beserta Babin Kamtibmas, AIPDA Deni Andreas dan personil lainnya untuk segera menindak lanjuti informasi yang didapat dan memerintahkan personil untuk mengecek korban ke Rumah Sakit Amanda. Namun saat personil tiba di rumah sakit, korban dan keluarga sudah dibawa pulang. Selanjutnya personil mendatangi lokasi pemandian dan meminta keterangan dari pihak pengusaha. Namun sampai saat ini pihak keluarga korban belum ada yang membuat laporan pengaduan.” Beber Kapolsek

(Daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *