Truk Bermuatan Kayu Glondongan Terbalik Di Bandar Baru, Arus Lalin Medan – Berastagi PP Alami Kemacetan

Bandar Baru | Satu unit truk fuso dengan nomor polisi BA 9997 LU bermuatan kayu t glondongan asal Tigalingga, Kab.Dairi mengalami kecelakaan tunggal dijalan lintas Medan – Berastagi tepatnya di sekitar teķongan amoy, Desa Bandar Baru, Kec.Sibolangit, Kab.Deliserdang, Prov.Sumut. Sabtu, (3/4/2021) sejak pukul 04 : 00 Wib pagi.

Penyebap kecelakaan tunggal tersebut belum diketahui pasti, namun diduga akibat kelalaian supir truk bermuatan kayu yang melebihi tonnase dan terlalu mengambil jalur kiri di tekongan saat hendak menuju ke arah kota medan, sehingga menyebabkan truk oleng ke kanan dan terbalik. 

Tampak kayu glondongan berserakan hampir menutupi seluruh badan jalan dan hingga saat ini jalur lintas Berastagi – Medan belum bisa dilalui karna sedang tahap efakuasi kayu dan truk yang terbalik. 

Saat ini terpantau Personil dari Satuan unit lantas polres tanah karo dibawah komando Kasat Lantas AKP Agus Ita Ginting SIK, M.Si dan Personil lantas dari Polsek Pancur batu sedang berjibaku mengatur lalulintas serta mengatur proses efakuasi truk dan kayu dengan menggunakan kenderaan trawl.

Menurut hasil pemeriksaan sejumlah dokumen ijin angkutan kayu yang dilakukan oleh personil Kepolisian dari unit Tipidter Polres Tanah Karo, sesuai keterangan surat bahwa kayu tersebut dituliskan jenis kayu pohon durian yang berasal dari hutan hak yang ada di Desa Palding, Kec. Tigalingga, Kab. Dairi atas nama pemilik Elboys Sitepu yang rencananya akan di antar ke penerima PT Gunung Pudung jalan Namo rambe no 100.

Namun dipenulisan dokumen nota angkutan tersebut terkait tanggal masa berlaku ditemukan kejanggalan. Pasalnya masa berlaku nota angkutan tertulis dari tanggal 29 Maret hingga tanggal 5 Maret 2021 dan selembar surat keterangan pengakuan hak dari pemerintahan Desa. Tak hanya itu dikumen lainnya dari  Dinas Kehutanan setempat juga tidak dapat ditunjukkan oleh supir pengangkut kayu glondongan terebut.

Aktifis pemerhati lingkungan DPD Walantara kab.karo yang diketuai oleh Daris Kaban saat diminta tanggapannya atas adanya kejadian truk bermuatan kayu glondongan di sekitar wilayah bandar baru kepada awak media mengatakan, 

“Saat ini jalan lintas medan – Berastagi memang sudah  tidak layak lagi di lalui truk – truk besar dan truk angkutan berat apalagi di hari-hari libur. Dikarnakan volume kenderaan yang melewati jalur kota wisata berastagi sangat padat dilalui kenderaan pribadi. Kita berharap agar pemerintah provinsi sumut dapat membuatkan perda tentang larangan beroprasi bagi truk besar ber muatan berat saat akhir pekan untuk mengantisipasi dampak kemacetan dijalur ini dengan berkordinasi dengang Kementrian Perhubungan RI.” Ungkapnya

“Selain itu, dampak dari lemahnya pengawasan dari instansi terkait, truk kayu tanpa dilengkapi dokumen yang jelas bisa bebas saja melintas, kita berharap agar para pelaku dapat ditindak tegas dan kita juga berharap agar kedepannya penjagaan di pos pos polisi kehutanan (Polhut) dan Pos – pos kepolisian sektor masing – masing disetiap kabupaten diperketat lagi. Karna setiap kenderaan yang mengangkut kayu hutan lindung dan hutan hak milik masyarakat juga harus mengantongi ijin yang jelas dari Dinas Kehutanan Setempat.” Harapnya

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *