Siapa Tanggung Jawab..?, Proyek PAM Simas T.A 2017 Sejak Selesai Dikerjakan Hingga Saat Ini Belum Bisa Beroprasi

Ket Foto : Kondisi Pompa Hydram proyek Pamsimas T.A 2017 yang sejak selesai dikerjakan sampai saat ini belum pernah beroprasi . Jumat (30/04/2021)

Tanah Karo | Kegiatan Proyek Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III T.a 2017 yang berada di Desa Bintang Meriah, Kec.Kuta Buluh, Kab.Karo diperkirakan Gatot alias (gagal total).

Sebelumnya Mantan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, MH pernah mengatakan bahwa, program PAM Simas ini bertujuan untuk  meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan di kawasan pedesaan. Dan ini merupakan program Nasional yang harus didukung bersama oleh segenap masyarakat. Karena, program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat tidak dapat dipisahkan sebagai sumber kehidupan. Ujarnya kala itu saat membuka acara sosialisasi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III Tingkat Kabupaten Karo di ruang gedung Halilintar SPBU Jalan Jamin Ginting, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Senin (28/5/2018).

Dirinya juga berharap agar sosialiasi program pemerintah pusat ini diikuti sebaik-baiknya oleh peserta dan segera menindaklanjuti dengan menyediakan kelengkapan berkas sesuai dengan permintaan. Ia juga berharap kepada pimpinan SKPD, Camat dan kepala desa untuk mendukung program-program pemerintah tersebut.” Harap Terkelin Brahmana mantan bupati karo kala itu.

Untuk diketahui bahwa untuk dapat memperoleh manfaat program Pam Simas, seluruh persyaratan harus sudah disiapkan, baik formulir, surat pernyataan minat dan prosedur lainnya. Dan Kepala desa harus mengajukan proposal desa yang ditujukan ke Ketua Panitia Kemitraan Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) Kabupaten Karo. Tahun 2018 ada 15 desa yang mendapat program Pamsimas III dengan uraian, 12 desa didanai APBN dan 3 desa lainnya didanai dari APBD Karo. 

Namun pada kenyataannya terkait kegiatan proyek program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAM Simas) yang ada di Desa Bintang Meriah, Kec. Kuta Buluh, Kabupaten Karo, Prov Sumut. Sejak selesai  dikerjakan pada ahir tahun 2018 proyek nasional yang bertujuan untuk penambahan debet air bersih ke bak penampungan akhir (BPA) sama sekali belum pernah berhasil di oprasikan serta belum dapat dirasakan manfaatnya oleh penduduk setempat. 

Hal itu dibuktikan saat awak media melihat kelokasi. Pada hari Kamis,(29/4/2021) bahwa alat pompa hydram tersebut tak terawat dan memang tak berfungsi samasekali.

Awalnya pemdes dan warga setempat berharap dengan adanya tambahan pengadaan dua unit pompa hydram dari program PAM Simas dapat mencukupi suplay air bersih ke bak penampungan akhir yang berjarak kurang lebih 200m dari sumber air.

Anehnya, dengan anggaran total sebesar Rp 350.000.000, hingga saat ini alat pompa hidram masih belum bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Sesuai amatan,  pembangunan dudukan (sanggahan) dua unit pompa hydram non BBM tersebut terkesan dikerjakan asal jadi oleh pihak rekanan. Terlihat jelas dilokasi dudukan dua unit pompa berukuran luas kurang lebih 2×2 Meter tinggi hanya 1,5 Meter tampak material batu untuk tembok/dingding bak pembatas pihak rekanan hanya manfaatkan dari bebatuan yang ada disekitar lokasi dan bukan dari bahan batu kali. 

Sehingga masyarakat setempat menduga bahwa proyek pembangunan pam simas yang menelan anggaran umum mencapai sekitar kurang lebih Rp 350 juta dengan perincian sumber dana dari APBN 70%, APBDes 10%, dari masyarakat 20%. Sedangkan uang tunai 4%, dan dalam bentuk tenaga atau bahan sebesar 16% .

Proyek ini dikerjakan namun kuat dugaan dilakukan tidak sesuai dengan kajian yang matang, juga diduga tidak sesuai rancangan anggaran biaya (RAB) serta sarat penyimpang dari petunjuk teknis ( juknis) yang telah ditetapkan.

Sebelumya pada september 2019 lalu, awak media juga telah mempertanyakan prihal penyebap terkendalanya pengoprasian alat pompa air non bbm tersebut kepihak rekanan, 

D Bangun, selaku pihak rekan pernah berjanji akan segera melakukan perbaikan bersama kapespam, KKM, dan tenaga ahli untuk mengecek ke lapangan untuk segera membenahi pompa hidram yang rusak tersebut. Janjinya

Namun janji hanya tinggal janji yang dirasakan sebagian besar warga desa bintang meriah. Hingga saat ini pompa hydram yang diharapkan dapat membantu menuntaskan persoalan suplay air kerumah-rumah penduduk bagaikan mati suri dan tak kunjung ternikmati seperti yang diutarakan beberapa warga setempat kepada kru awak media.

Sementara, Terkelin Kaban selaku Kepala desa bintang meriah saat diminta tanggapannya prihal tak berfungsinya proyek Pam simas pernah mengatakan,

“Anggaran pembangunan Pam Simas sudah terealisasi, bahkan sebagian dananya bersumber dari swadaya masyarakat. Sebelum pompa tersebut dapat di fungsikan sebagaimana mestinya, saya selaku pejabat pemerintahan desa bintang meriah tidak akan menandatangani berita acara serah terima.” Ungkapnya

Dilain tempat, menyikapi terkait gagalnya pengoprasian pompa hydram pada proyek PAMSIMAS di Desa Bintang Meriah. Surya Kurniawan Rambe Sekertaris DPD Wahana Lingkungan Alam Nusantara (Walantara) Kab.Karo sangat menyayangkan hal tersebut, “anggaran yang bersumber dari Negara dan sebagian dari swadaya warga yang sejatinya diperuntukkan bagi sekuruh masyarakat desa terkesan disia sia siakan, hal ini tak dapat dibiarkan. Kalau dari awal tak berfungsi begitu, siapa yang harusnya bertanggung jawab ? ,” ucap Surya kesal

“Masalah ini akan saya surati ke bagian Inspektorat tembusan Bapeda, Bupati Karo dan ke Pihak aparat penegak hukum Unit Tipikor Polres Tanah Karo. Patut diduga mulai dari tahapan awal pengerjaan tanpa dilakukan kajian yang matang, wajar kalau kita ber asumsi bahwa ada penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ini harus diusut tuntas sehingga Pemdes dan masyarakat tidak merasa dirugikan.” Tegas Surya

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *