Terkelin Brahmana Teken MoU Bersama UMSU, 139 Mahasiswa Asal Kab. Karo Siap Mengikuti KKN

Medan | Pemerintah Kabupaten Karo dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) buka peluang  kerjasama sisi sektor parawisata  dan pembentukan BUMD (badan usaha milik daerah). 

Kerjasama ini, kemudian dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dan dilanjutkan penandatangan bersama oleh Bupati karo Terkelin Brahmana, SH, MH dengan Rektor UMSU Assoc Prof, Dr. Agussani, M. AP. Selasa (23/3) pukul 15.30 wib, di jalan Kapten Mukthar basri No 3 Glugur Darat II Medan. 

Turut mendampingi Bupati karo, Kabag otda Robinson Brahmana, Kabag perekonomian Rismawati  Ginting, Sekretaris Parawisata Eva Angelina Sembiring , kasubag otda Junaidi Ginting Munthe dan Jajaran dekan, dosen UMSU. 

Usai penandatangan MoU, Rektor UMSU Assoc Prof Dr Agussani, M. AP mengatakan dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih atas kesediaan Pemkab Karo telah  mewujudkan  kerjasama MoU (memory of Understanding). Tak lain, mengingat karena sudah terjalin selama ini hubungan yang baik  dengan pihak Pemkab karo dan UMSU. Ujarnya 

” lantaran Kerjasama yang ada saat ini , maka perlu dibina kedepan sebagai silaturahmi berkelanjutan, caranya, tadi sudah kita lakukan tandatangan MoU. Tandasnya 

” Perlu diketahui, imbuh Agussani , UMSU merupakan  sebagai   lembaga perguruan  tinggi, dan adanya anjuran dari Kemendikbud maka  kampus harus memberdayakan kampus  merdeka dan  merdeka belajar. Hal ini menjadi dasar perguruan tinggi dalam menjalankan program dan kegiatan, seperti KKN (Kuliah kerja nyata). Terangnya 

” Apalagi mahasiswa dari asal kab karo belajar di UMSU  tahun ini ada sejumlah 139 orang, sedangkan Dosen pengajar ada 546 orang dengan jumlah mahasiswa keseluruhan 20.418 orang. Tuturnya 

” implementasi kebijakan Kampus Merdeka membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak mulai dari civitas akademika. Semua ini dalam penerapan program Kampus Merdeka, maka realita dilapangan, penerapannya butuh suatu  MoU, tentu inilah alasan salah atau bagi pihak UMSU ingin bekerjasama dengan Pemkab karo. Urainya 

Sementara bupati karo Terkelin Brahmana, SH, MH menyatakan sangat mengapreisasi pihak UMSU yang akan membuka peluang kerjasama dalam sektor Parawisata dan pembentukan BUMD.

Selain itu, kata terkelin ada pelaksanaan pelatihan, workshop, focus group discusion, penguatan dan pengembangan kelembagaan. Namun dua sisi sektor parawisata dan BUMD menjadi prioritas utama. Ucapnya 

” Artinya, peluang mahasiswa UMSU kedepan dapat melakukan KKN (Kuliah kerja Nyata) maupun  magang  dibidang sektor Parawisata , maka kebutuhan kerja setelah kuliah sudah mampu beradaptasi dengan tantangan  situasi yang ada. Tuturnya 

” Jadi kebutuhan itu harus ditingkatkan lewat MoU dan  membuka “link and match” antara perguruan tinggi UMSU dengan Pemkab karo. Ungkapnya 

” Potensi potensi inilah banyak di kab. Karo dan banyak dilirik oleh daerah lain, sehingga peran mahasiswa nantinya saat  terjun langsung ke desa desa dan berbaur dengan masyrakat desa maupun perangkat desa, komitmen  inilah ditunjukkan oleh mahasiswa dalam belajar serta membagi ilmu dalam  pengelolaan dana desa  pada umumnya masih awam para kepala desa mengelola anggaran desa. Jelasnya 

“Untuk itu, pesan Terkelin Kurangi kompetensi, tingkatkan kolaborasi, endingnya ada perubahan, maka ada keberhasilan. Imbuhnya

(Daris Kaban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *