Rebutan Lahan Garapan Di Kawasan Hutan Jalan Jahe Diduga Penyebab Tewasnya Seorang Warga Desa Kuta Rakyat

Tanah Karo | Rebutan lahan garapan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) tepatnya di sekitar kawasan Jalan tembus perbatasan Kabupaten Karo -Kabupaten langkat dan berbatasan dengan Kawasan TNGL ini diduga kuat penyebab terjadinya pertikaian antara masyarakat penggarap yang mengakibatkan tewasnya Ali Terta Tarigan (42) Warga Asal Desa Kuta Rakyat, Kec.Namanteran, Kab.Karo, Prov.Sumatera Utara.

 “Dugaan sementara penyebab kematian korban seperti ada bekas penganiaan yang dilakukan secara bersama sama dan dibagian leher korban terdapat seperti bekas luka tusuk benda yang ujungnya runcing menembus dagu korban serta tubuh korban terlihat ada lebam lebam berwarna kehitaman,” Ungkap  seorang warga kuta rakyat yang layak dipercaya kepada awak media namun enggan namanya dituliskan

Ditambahkannya lagi, “saat itu korban AT Tarigan sempat dibawa oleh kerabatnya kesalah satu rumah sakit dikabanjahe, pada tanggal (1/3/2021),  selanjutnya membuat laporan polisi di Kantor Polisi Sektor Simpang empat. Namun sayangnya korban yang memiliki 3 orang anak ini telah menghembuskan nafas terakhir pada tanggal (3/3/2021 saat dibawa kerumah sakit umum Haji Adam malik Medan,” Ujar warga

Menindaklanjuti informasi tersebut tim awak media melakukan konfirmasi terhadap pihak kepolisian sektor simpang empat Polres Tanah karo dan membenarkan adanya Lp/166/III/2021/SU RES.SEK.Simpang, Pada Hari Senin 1 maret 2021 Sekitar Pukul 13. 00 Wib atas nama pelapor Ali Terta Tarigan (Korban)

Kapolsek simpang Empat AKP Ridwan Harahap melalui Aplikasi nomor selulernya menjelaskan bahwa,  “Perkara masih dalam tahap pemeriksaan terhadap para saksi saksi, jumat (5/3). Tindakan yang sudah dilakukan dengan mengantar korban ke rumah sakit Adam malik Medan untuk dilakukan Autopsi agar mendapat hasil yang lebih akurat perihal akibat dari kematian korban, Saat ini kita msh menunggu hasil autopsi nya, Jelas Kapolsek

Tak ayal para aktifis pemerhati ingkungan di kabupaten karo berasumsi, dengan adanya kejadian pertikaian antar warga ini diduga juga akibat ketidak tegasan Pihak instansi terkait,  Pemerintah Daerah dan APH (aparat penegak hukum) dalam menjaga dan melindungi kawasan Hutan milik Negara yang terkesan adanya pembiaran terhadap pelaku-pelaku perambahan kawasan hutan dan praktik alih fungsi kawasan hutan di kawasan hutan Tahura Bukit Barisan Dan di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Louser (TNGL).
Hal ini kerap terdengar jadi bahan perbincangan para warga sekitar dan sudah menjadi rahasia umum yang butuh perhatian khusus semua pihak dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan serta pemulihan terhadap habitat hutan sebagai penyangga ekosistem dan alam.

(DK/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *