Punya Tumor Parotis, Begini Perjuangan Ibu Satu Anak di Desa Cinta Asih Maret 20, 2021 Punya Tumor Parotis, Begini Perjuangan Ibu Satu Anak di Desa Cinta Asih

KARAWANG, Ibu satu anak asal warga Kampung Kidangranggah, Desa Cinta Asih , Kecamatan Pangkalan harus berjuang melawan sakit akibat tumor parotis.

Diketahui, tumor parotis adalah tumor yang mengenai kelenjar liur pada bagian parotis. Letak kelenjar parotis ada di bagian medial saraf ke VII ( N facialis) , atau tepatnya terletak di depan telinga.

Penyakit itu dialami Siti Nurazizah (33) atau biasa dipanggil Zizah. Ia mengidap penyakit Tumor Parotis yang tergolong ganas berdasarkan proses pertumbuhan tumornya yang cukup cepat.

Zizah harus melawan rasa sakit selama 10 Bulan ini. Dituturkannya, awalnya hanya rasa sakit di telinga sebelah kanan dan ada benjolan kecil di bagian bawah rahang.

Namun empat bulan terakhir terhitung hingga sekarang, telinganya pun mengeluarkan darah dan terjadi perubahan pada rahang atau pipi sebelah kanan.

Baca Juga : Darus Hayina Umami Ingatkan Kejari Karawang Sentil Oknum Penerima Fee Hotel Pasien Covid 19

Pipi Zizah semakin hari membesar bahkan hingga kondisi terakhir membuatnya tidak bisa melihat dan pendengarannya terganggu.

Beruntung, Zizah memiliki keluarga yang mensuportnya. Nyai Hodijah (70), ibu kandung dari Zizah yang selalu mendampingi dan mengurus Zizah dan anaknya. Sedangkan Heri, suami Zizah setiap harinya bekerja sebagai kuli bangunan.

“Semakin hari, kondisi Zizah tambah parah, terutama di empat bulan terakhir. Hanya saja kami bingung dengan keterbatasan ekonomi kami, karena suami Zizah hanya bekerja sebagai seorang kuli bangunan,” ucap Mak Nyai Hodijah, Sabtu (20/03/2021).

Ia berharap, sakit yang diderita anaknya, bisa mendapatkan penanganan lebih lanjut karena sudah sangat memprihatinkan.

“Saya berharap anak saya cepat bisa segera mendapatkan penanganan lebih lanjut dari dokter karena dengan kondisi sekarang yang tidak bisa melihat sangat menyulitkan Zizah dalam melakukan segala hal apapun,” harap Mak Nyai Hodijah

Nyai juga menceritakan, pihaknya mendapat bantuan dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Cinta Asih yang selama ini membantu mengantarkan Zizah untuk melakukan beberapa kali diagnosa. ( UCI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *