PKL Rampas Hak Pejalan Kaki Dan Badan Jalan, Aparat Penegak Peraturan Daerah “Tak bertaji atau sudah dapat upeti..?”

Berastagi | Kota wisata berastagi yang berada di dataran tinggi kab.karo, provinsi sumut yang dikenal dengan kindahan alamnya dan tak jarang dijadikan sebagai tujuan wisata favorite oleh wisatawan mancanegara maupun dari luar daerah.

Namun keindahan serta kenyamanan kota berastagi tak lagi seperti sedia kala. Pasalnya di sepanjang jalan besar  berastagi dipadati lapak – lapak dan tenda pedagang kali lima (PKL). Minggu, (28/03/2021) 

Tak hanya menggelar dagangan di atas trotoar, beberapa pedagang buah dan dagangan lainnya  juga menggelar dagangannya dilahan parkir yang ada di badan jalan tanpa ada larangan dan terkesan dibiarkan.

Selain tidak tertata dan kumuh, hal itu berdampak terhadap kemacetan arus lalu lintas yang kerap terjadi di hari-hari libur atau akhir pekan seperti sekarang ini. 

Pemandangan tersebut menjadi buah bibir para penumpang bus AKDP, yang merasa kesal atas ulah para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang trotoar dan badan jalan di berastagi yang mengakibatkan kemacetan.

Seorang pria penumpang bus akdp paruh baya menilai pemerintah daerah tidak becus dalam menegakkan peraturan dan disebut tak punya inovasi dalam menata keindahan kota wisata berastagi. Ungkapnya cetus

Sementara penumpang bus lainnya juga berceloteh dengan mengatakan , “pihak aparat penegak peraturan daerah (Satpol PP) tak bertaji dan diduga sudah menerima upeti dari para pedagang liar tersebut sehingga mereka terkesan tutup mata alias pura pura tidak tau,” ucapnya kesal

Menyikapi keluhan para pengguna jalan, awak media mencoba meminta keterangan dan tanggapan Kasat Pol PP Kab.Karo Hendrik Tarigan melalui pesan singkat waatshap, namun hingga berita ini di kirim ke meja redaktur pihaknya belum memberikan keterangan.

Dares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *