Penjelasan Dedi Achdiat Mengenai Permasalahan Sungai Cikalapa Wa

KARAWANG– Rapat koordinasi yang membahas permasalahan meluapnya Sungai Kalikalapa yang ada di Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur Kabupaten Karawang, yang digelar di Novotel Karawang, Kamis siang tadi (18/3/2021) yang dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Karawang H.Aep, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) H.Asip, Kepala Dinas PUPR Karawang, Sekertaris Dinas, Kepala Bidang Pengairan (Dinas PUPR), perwakilan Perusahaan Kawasan Industri PT.KIIC, PT.KJIE dan yang lainnya berjalan dengan lancar dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, namun masih tetap berlanjut dengan agenda rapat selanjutnya.

Adapun hasil dari rapat tersebut diantaranya, penjelasan titik – titik permasalahan yang ada di Sungai Kalikalapa dan rencana penanggulangannya, yang dikatakan oleh Kepala Dinas PUPR bahwa untuk jangka pendek Ia akan membereskan wilayah – wilayah yang terdampak oleh luapan Sungai Kalikalapa, jangka menengah menormalisasi aliran Sungai Kalikalapa dan sekitarnya, mulai dari hulu hingga hilir Sungai Kalikalapa, dan pembuatan embung atau waduk di titik – titik yang sudah ditentukan tadi di dalam rapat.

Terkait permasalahan tidak diundangnya H.Ahmad Junaedi di dalam rapat, dijelaskan oleh Dedi Achdiat, bahwa ini merupakan rapat lanjutan dari rapat yanh sebelumnya digelar di aula desa Wadas (beberapa minggu yang lalu).

“Karena rapat ini membahas teknisnya, jadi nanti kita akan laporkan semuanya kepada pihak kepala desa, kan rapat dengan Kepala desa mah kemarin sudah, saat ini kita hanya membahas teknisnya saja,” tutur Dedi saat diwawancarai seusai acara rapat tersebut.

Dilanjutkan Dedi, kemarin juga Dinas PUPR bukannya tidak menurunkan alat beratnya berupa Escavator, tapi Ia rasa untuk banjir di Desa Wadas ini sudah ada bantuan alat berat dari PT.KIIC, karena di Kabupaten Karawang ini bukan hanya di desa Wadas saja yang terdampak banjir, tentu saja alat berat yang tadinya akan digunakan do desa Wadas jadi Ia alihkan untuk membereskan wilayah yang terdampak banjir di desa lainnya.

Untuk permasalahan anggaran, Dedi juga mengatakan bahwa karena anggaran pemerintah daerah sangat terbatas, dan hanya memiliki anggaran sekitar 2,8 Milliar Rupiah, sedangkan untuk pembangunan Embung atau waduk, diperkirakan bisa memakan anggaran hingga 11 – 12 Milliar Rupiah.

“Untuk solusinya kita akan bicarakan lagi di agenda rapat berikutnya, bisa jadi kita bisa meminta pihak ke-3 yakni para pengusaha kawasan untuk bisa memberikan bantuannya untuk rencana jangka panjang tersebut,” ucap Dedi.

Ia berharap agar semuanya bisa berjalan dengan lancar, baik agenda jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang, masyarakat setempat juga diminta untuk sabar karena semuanya membutuhkan proses.

“Tentunya kita berharap yang terbaik untuk masyarakat, untuk itu kami selaku pemerintah daerah Kabupaten Karawang akan mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Karawang,” harapnya dengan tegas.penulis(UCI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *