Luhut Binsar Panjaitan Tegaskan Keramba Jaring Apung (KJA) Di Danau Toba “Ditertibkan”

Tanah Karo | Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan meminta sejumlah kepada daerah Disekitar kawasan Danau Toba agar mengurangi usaha perikanan   Keramba Jaring Apung (KJA) yang melebihi daya tampung per tahun. 

Hal ini diungkapkan Luhut Binsar Panjaitan saat Rapat Koordinasi Penertiban dan Penataan Keramba Jaring Apung , bersama 8(delapan) kabupaten yang ada disekitar danau toba, pada saat  zoom meeting, Rabu sore  (17/3/2021).

Permasalahan utama, lokasi danau toba dijadikan kegiatan  usaha perikanan KJA sehingga per tahun melebihi daya tampung volumenya sampai Tembus ke level 45.000 ton per/tahun.

Sedangkan daya tampung danau toba  hanya mampu menghasilkan KJA usaha ikan 10.000 per/ton dalam setahun. Ujarnya

Namun pada kenyataannya tidak demikian, padahal semua itu sudah diatur dalam SK gubernur Sumatera Utara nomor :188. 44/213/KPTS /2017 tentang daya tampung beban pencemaran dan daya dukung Danau Toba dan Perpres 81 tahun 2014. Urainya

Dasar ini sudah cukup kuat  bagi kepala daerah sekawasan danau toba dalam hal mengurangi produksi usaha ikan dengan KJA yang selama menghasilkan  45.000 ton per /tahun menjadi 10.000 ton, per/tahun. Tandasnya

” Kedepan, saya minta kepala daerah harus memiliki komitmen serius, sebab semua sudah melalui studi, bukan saya yang mengatakan, tapi studi, ingat itu.” Tegas Luhut 

” Masalah adanya kendala penguranganan mata pencaharian, disini peran pemda agar mencarikan peluang pengembangan mata pencaharian alternatif bagi yang lain bisa melalui minapadi, budidaya ikan bioflok dan budi daya ikan hias. Seperti ini sudah ada yang berhasil di daerah Teluk depare, Jayapura dan kepulauan Mentawai. Tutur Luhut sembari mencontohkan daerah lain yang sudah berhasil mengembangkan mata pencaharian alternatif.

■Pemda Kab.Karo Deall

Luhut sempat juga mengajak kepada para peserta yang hadir, supaya mencontoh Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH, begitu saya tanya apa komitmennya, dia langsung deal dan akan mengirimkan data untuk kesediannya dalam  menyikapi pengurangan KJA. Ungkapnya seraya mengatakan  seperti  ini lah komitmen yang patut untuk dicontoh oleh kepala daerah lainnya.” Ucap Luhut

Sementara, Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH,MH didampingi kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi, Msi, Kabid perikanan dan Camat Merek Juspri Nadeak menyebutkan bahwa rencana dan komitmen kab karo dalam pengurangan volume KJA sudah siap dan deal , dan dalam waktu dekat rencana kajian akan kami serahkan ke bapak menteri. Jelasnya

” Saat ini, pemda karo sedang menjajaki terkait mata pencaharian alternatif selain KJA agar saat dimulai Penertiban KJA pengusaha ikan dapat beralih usaha seperti yang sudah ada terjadi didaerah lainnya.” Pungkasnya

(Daris Kaban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *