Terbengkalai Proyek Revitalisasi Situ Cipondoh, Kepentingan Siapa Itu ?

Mahaganews.com.l|Kota Tangerang | Proyek Revitalisasi Situ Cipondoh Tahap 1 Kota Tangerang, sumber angaran APBD Provinsi Banten, telah berhenti pengerjaan proyek ini. Menuntut Plang Proyek di kerjakan mulai 17 November 2020, pengerjaan 68 hari dengan anggaran Proyek Rp. 8.632.362.000,-. yang di kerjakan oleh PT. Karya Dwi Sakti.

Pantauan Wartawan di Lokasi sudah tidak ada lagi kegiatan, kantor proyek sudah kosong, meski masih bayak material seperti besi, kayu balok, mesin generator, seolah-olah proyek ini ada kegi
atan kembali. Namun apa kira-kira masalah pemberhentian proyek tersebut menjadi tanda tanya di masyarakat, Kamis, (28/01)

Tiang pancang baru terpasang kurang 100 meter itupun masih amburadul padahal masih bayak tumpukan tiang pancang di situ dan pagar pembatas proyek sudah rusak.

Namun apa alasan pemberhentian
kini masih terbengkalai. Walau sudah terlihat pagar mengelilingi area proyek dengan penutup banner.

Alat berat unit-unit kendaraan alat berat di lokasi sudah kosong Masih tersisa tumpukan puluhan beton-beton besar serta papan proyek yang masih terpasang disamping pos jaga.

Warga Sekitar Yayat yang berdagang Sekitar mengatakan sudah ada 1 bulan proyek tersebut di tinggal namun tidak mengetahui apa penyebabnya, kini proyek tersebut hanya jadi tontonan dan tempat memancing warga.

Pantauan Wartawan tidak ada pihak-pihak terkait yang dapat menjelaskan perihal pembangunan terbengkalai ini.

Setidaknya sampai berita ini ditayangkan redaksi akan terus mencoba mencari tahu kelanjutan proyek ini pada pihak-pihak terkait termasuk PUPR Provinsi Banten dan Pelaksana Proyek.

Sebelumnya Media pernah menghubungi beberapa waktu lalu, Pak Arlan mengatakan,
“Bukan dibagian saya itu pak,” tangkis Arlan, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas PUPR Provinsi Banten Wilayah Tangerang, saat dihubungi by phone, Jumat (11/12/2020).

Menurut Informasi melaui media Untuk diketahui, beberapa waktu lalu ramai diberitakan proyek pembangunan jogging track di bibir Situ Cipondoh Kota Tangerang distop Gubernur Banten karena dinilai menyalahi fungsi dan tujuan, yaitu normalisasi.

Bahkan WH mengaku geram ketika tahu awal pembangunan tersebut malah menguruk Situ dan akan dijadikan plaza atau tempat berkumpul orang-orang. Dengan kata lain, bukan untuk memperkuat bibir Situ Cipondoh. “Harus dari ulang pembangunannya, keruk lagi! Jangan ada penyempitan lahan,” pinta gubernur waktu itu.

Situ Cipondoh sendiri sebenarnya memiliki luas sekitar 140 hektar, namun belakangan menyusut menjadi kurang lebih 120 hektar.

Banyak masyarakat Kota Tangerang berpendapat jika memang untuk normalisasi untuk kepentingan siapa, dimana Situ Cipondoh tiap tahun alami penyempitan, dan seharusnya jalan yang yang di lebarkan akibat bayak pedagang yang telah memanfaatkan mempet ke jalan raya yang dari arah Kecamatan Cipondoh.
(Red)

Reporter : Janri Ginting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *