SB Alias “Tentara Langit” Dituntut JPU 3 Tahun Penjara Terkait Kasus UU ITE

Tanah Karo | Terkait kasus dugaan pencemaran nama baik yang menyinggung perasan warga Desa Juhar, Kecamatan Juhar kembali digelar, di ruang Cakra Pengadilan Negeri Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.Jumat (19/02/2021) 

Agenda sidang kali ini adalah pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Karo yang dibacakan oleh Mora Sakti Lubis, S.H., dan Halfeus Samosir.

“kita menuntut terdakwa SB dengan ancaman hukuman penjara selama 3 tahun, karena terdakwa terbukti sudah melanggar Pasal 28 ayat 2 UU No. 19/2016 Jo UU No 11/2008 tentang Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).” Ujar Mora Sakti Lubis, S.H., JPU dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Karo.

Mora Sakti menambahkan, “Kita sudah sampaikan ke Majelis Hakim. Kasus yang menjerat Saudara SB, telah melanggar UU ITE, dimana terkait ujaran kebencian terhadap masyarakat Desa Juhar, sesuai dengan pasal yang dikenakan tersebut, yang bunyinya, ‘Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang di tunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan atar golongan (SARA)’.” Katanya

Masih kata Mora Sakti Lubis, “Sebelum kita memberikan tuntutan hukuman selama 3 tahun terhadap terdakwa. Sebelumya pihak kita telah menghadirkan beberapa orang saksi untuk menguatkan perkara tersebut.” Ungkapnya.

Lanjut Mora Sakti, “Berdasarkan pertimbangan para ahli, jika SB terbukti melakukan tindakan pidana yang masuk ke dalam UU ITE, di dalam postingannya mengandun pencemaran nama baik, sebelumnya kita sudah mengumpulkan bukti-bukti dari saksi ahli, sehingga itulah dasarnya kita menuntut para terdawa dengan pasal tersebut.” Ungkapnya.

Sementara sebelum di mulainya sidang, sudah terlihat sekitar ratusan perwakilan dari masyarakat Desa Juhar, Kecamatan Juhar melakukan aksi-aksi damai dengan membentangkan karton-karton dengan sejumlah tulisan, tujuannya mendesak Jaksa dan Hakim PN Kabanjahe untuk benar benar menegakkan supremasi hukum  sesuai peraturan dan perundang undangan yang berlaku di NKRI dalam kasus yang menjerat seorang oknum ASN ber inisial SB alias Tentara Langit atau  yang lebih dikenal dengan sebutan “La Megerr” karna merasa keberatan atas pernyataan oknum ASN ini yang diduga melecehkan adat budaya mereka.

Pada kesempatan itu tampak hadir mendampingi warga, Kalpin Ginting, Kepala Desa Juhar Ginting, Deddi Martin Ginting, Kepala Desa Ginting Sada Nioga, Suheri Tarigan, Kepala Desa Juhar Tarigan, dan Heriwan Pinem, Sekdes yang mewakili Kepala Desa Juhar Perangin Angin.

(DK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *