Pihak Rekanan Proyek Peningkatan Ruas Jalan Kuta Mbelin – Juhar Abaikan Tanggung Jawab

Tanah Karo | Kegiatan pembangunan proyek peningkatan jalan pada ruas jalan Kuta Mbelin – Juhar Kecamatan Juhar yang dikerjakan CV Citra Haganta senilai Rp 396.000.000,- Dibawah naungan Dinas PUPR Kab.Karo menyisakan persoalan bagi pemilik lahan perladangan disekitar lokasi.

Pasalnya, sisa-sisa bahan material bebatuan bekas coran rabat beton dan galian tanah yang ada di beram jalan tergerus air hingga berpindah ke areal perladangan dan dibiarkan berserakan dilahan warga. 

Disnan Tarigan (38) selaku warga pemilik lahan kepada awak media mengungkapkan,  “bekas galian rabat beton dan sisa-sisa material batu dan pasir tersebut telah berpindah kelahan begitu juga bekas galian tanah dibiarkan berserakan dilahan saya sehingga menutupi akses masuk kenderaan pengangkut hasil pertanian saya, Ujarnya kesal.

“Tumpukan sisa bahan materil dan galian tanah rabat beton tersebut sudah saya laporkan ke Dinas PU Kabupaten Karo pada tahun 2020 lalu, namun sampai saat ini belum juga ada tindaklanjutnya dari dinas tersebut,” Jelas Dinan

Lebihlanjut dikatakannya, “Seharusnya pihak rekanan bertanggungjawab akan hal ini. Apakah serakan sisa bahan materil itu sengaja dibiarkan begitu saja, sebab apabila sisa bahan materil dan galian tanah itu dibiarkan begitu saja akan mengakibatkan saya kesulitan untuk mengolah areal pertanian karna sudah bercampur dengan material batu dan pasir ,”ungkapnya kesal.

Dikatakannya, apabila tumpukan sisa bahan materil dan galian tanah tidak juga segera dibersihkan, dirinya akan menempuh jalur hukum. “saya akan adukan pihak rekanan begitu juga pihak Dinas PUPR Kab.Karo ke pengadilan,”tegasnya. 

Untuk mengetahui pasti alasan pihak terkait sehingga persoalan ini belum juga mendapat penanganan,  awak media langsung mempertanyakan hal ini ke kepala Dinas PUPR kab.karo Edward Sinulingga diruang kerjanya.

Edward mengatakan, “mengenai laporan ini segera saya tibdak lanjuti dan kami akan panggil pihak rekanan yang mengerjakan, kalau ada seperti ini keluhan warga, sudah seharusnya pihak rekanan yang mengerjakan bertanggung jawab dan segera menyikapi keluhan masyarakat sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut, kan kasihan pemilik lahan kalau hal ini dibiarkan terus.” Ujar Kadis Kesal.

 (DK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *