Marak Anak di Bawah Umur Mengais Rezeki di Lampu Merah Kota Tangerang

Kota Tangerang| Sejumlah Lampu merah di Kota Tangerang di akhir-akhir ini di penuhi pekerja anak dibawah umur, rata-rata masih sekolah di Kota Tangerang, SD, SMP di Kota Tangerang.

Biasanya pekerja anak ini sudah punya wilayah, seperti lampu merah Tanah Tinggi, Lampu Merah Jalan TMP, Lampu Merah Cikokol, Lampu Merah Tugu Adipura, Lampu Merah Plaza Sinta.

Menurut Pemantauan di lokasi beberapa bulan belakangan ini, anak-anak sekolah ini, ada yang bawa adik dan keluarganya yg masih kecil dibawah 5 (Balita) tahun ikut, mengemis di jalanan.

Misalnya di Lampu merah TMP Taruna, anak SD Kelas 5, dan SMP kelas 1, saya masih sekolah, ini adik saya ujarnya yang tidak mau sebut nama.

Mereka juga sudah biasa lihai, kalo hujan mereka bersihkan kaca mobil, kadang main amplov berisi ajakan memberi biaya pendidikan.

Tak Jarang Mereka Sampai malam Pukul 23.00 Wib malam, pulang ke rumah, berkelompok 2 sampai 5 orang satu tim.

Pernah sekali Saat mobil trantip sat pp Kota Tangerang lewat mereka biasa saja, tidak kawatir, Senin sore (01/02/21).

Apakah Kota Tangerang Surganya Pekerja Anak di Lampu merah sehingga tiap sudut lampu merah ada.

Yang di kawatirkan anak ini masih sekolah, bagaimana jam belajar sampai larut malam, juga kerawanan sosial, kejahatan anak bisa menimpa mereka, atau eksploitasi. Di Pekerjaan untuk berharap belas kasihan dari pengguna jalan.

Ini bisa saja kerjaan orang dewasa memanfaatkan mereka. Belum tentu kemauan anak ini apalagi keharusan mereka, tetapi ada oknum yang memobilisasi memanfaatkan keluguan mereka untuk mendapat empati, belas kasihan, dan pemberian.

Sekali lagi ini adalah unsur eksploitasi dan mobilisasi dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan sengaja mendrop sejumlah anak di lampu merah Kota Tangerang ,” Ujar Barhan Lubis dari Jaringan Laskar Nusabangsa pada hari Jumat (12/02/21)

“Masa depan mereka masih bagus, apa jadinya kalo terus di biarkan tanpa ada perhatian Pemerintah, Swasta dan Masyarakat Generasi Bangsa ini Rusak,” tambahnya.

“Untuk itu saya pinta kepada Bapak Walikota Kota Tangerang melalui Dinas Sosial Kota Tangerang, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tangerang, Pemerhati Anak, Pengusaha agar memberikan perhatian pada anak-anak ini agar masa depan mereka bisa lebih baik,”tandasnya.

Reporter : Janri Ginting

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *