Limbah PKS PT.SIPP” Tanpa Izin Dan Plang.!! Berdampak Sebagai “Kejahatan Terhadap Lingkungan Hidup “

Bengkalis. Mahaganews.com – Sekelompok warga di jalan rangau Km 04 Kelurahan Pematang Pudu, Kabupaten Bengkalis , Duri-Riau, menemukan limbah perusahaan mengalir ke Sungai rangau akibat kolam Penampungan pabrik kelapa sawit (PKS) PT SIPP bocor pada minggu, (7/2/2021)

Bocornya kolam penampungan limbah menyebabkan banyak ikan yang mati dan air Sungai berbau tak sedap.

“awak media telah turun ke lokasi, mengecek langsung,” Senin 01/02/2021 10.00 WIB Di jalan rangau Km 04 kelurahan Pematang pudu, Kec. Mandau, Kab, Bengkalis

Mereka mengatakan,warga masyarakat (E) menemukan kolam limbah jebol dan langsung mengalir ke sungai karena sebelumnya terlihat banyak ikan yang mati. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja oleh aparat pemerintah Dan penegak Hukum

Pemerintah sebaiknya memberikan sanksi tegas.

Sejumlah warga yang berada di lingkungan perusahaan sepakat meminta instansi terkait mengecek dan mengambil tindakan keras terhadap PT .SIPP Jika perlu menghentikan operasionalnya bila tidak taat aturan Dan per Undang Undangan yang berlaku di NKRI mengenai tentang izin Lingkungan Hidup Yang termaksud kepada Perusahaan yang Di duga Sebagai “Kejahatan terhadap Lingkungan Hidup”.!!!
……..
“Karena dampak limbah sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan hidup,”

Sepanjang Sungai menjadi tercemar, berwarna hitam pekat, susah untuk dijernihkan kembali. Mestinya pihak perusahaan menunjukan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat agar tidak terjadi konflik.

Pemerhati hukum ,Amir mengatakan jika perusahaan melanggar aturan dan kesepakatan, sebaiknya diproses secara hukum, selain memberikan efek jera juga agar tidak merugikan banyak pihak kedepannya.

“Mereka jelas tidak taat aturan, tidak siap untuk beroperasi dengan baik,” tegasnya.

Instansi terkait dan penegak hukum harus menyikapi semua laporan masyarakat sehingga hal serupa tidak terulang lagi. Lakukan studi kelayakan untuk bisa beroperasinya sebuah pabrik.

Selain itu diharapkan tidak ditemukan lagi ada perusahaan yang membuang limbah sembarangan, baik kesungai maupun pemukiman penduduk.

Masyarakat juga harus mengumpulkan data akurat, “photo” dan dokumen pendukung agar bisa dibawa keranah hukum, bukan sekadar meminta penghentian operasional perusahaan, bukankah sesuai aturan ada sanksi tegas.

Berkaitan dengan limbah PKS PT SIPP yang mencemari Sungai Rangau Dan Lahan kebun warga Sekitar Nya

Namun hingga Kini Di terbitkan nya berita ini
pihak perusahaan belum dapat diminta keterangan Lebih lanjut.!!

(J. Nst/riau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *