Kasat Sabhara AKP Enda Iwan Iskandar Tarigan, “Tanah Karo Punya Potensi Pembudidayaan Lebah Madu”

Ket foto : Kasat Sabhara Polres Tanah Karo AKP Enda Iwan Iskandar Tarigan (baju loreng) saat mensosialisasikan tekhnik pembudidayaan ternak lebah penghasil madu murni di Desa Kuta mbaru, Kec.Munte, Kab.Karo.

Tanah Karo | Secara Geografis letak Kabupaten Karo berada diantara 2º50’–3º19’ Lintang Utara dan 97º55’–98º38’ Bujur Timur dengan luas 2.127,25 Km2 atau 2,97 persen dari luas Propinsi Sumatera Utara.

Berada dataran tinggi dan diapit oleh dua gunung berapi dengan ketinggian 1.500M di atas permukaan laut. Beriklim tropis dan mempunyai dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. 

Secara umum masyarakat di kabupaten karo mayoritasnya berprofesi sebagai petani/berkebun, mulai dari jenis tanaman berbunga, sayur-sayuran, buah buahan (holtikultura) serta tanaman keras seperti, kopi, jagung, padi dan tanaman lainnya.

Dari letak geografis kabupaten karo yang ada saat ini, sangat berpotensi sekali untuk dijadikan centra pengembangbiakan lebah penghasil madu murni. 

Untuk mewujudkannya tentu butuh sosialisasi, pembinaan terhadap calon peternak lebah agar lebih memahami teknik pembudidayaan lebah serta pangsa pasar. Sehingga dengan usaha sampingan ini dapat meningkatkan kesejahtraan masyarakat setempat.

Dengan banyaknya ragam tanaman yang berbunga di tanah karo, sehingga dalam usaha pengembangbiakan lebah penghasil madu alami  tersebut, tidak memerlukan modal banyak dan pakannya telah cukup tersedia di alam tanah karo yang dikenal subur ini dan hasilnya dapat mensejehtrakan masyarakat yang umumnya tinggal dipedesaan. Hal itu diungkap Kasat Sabhara Polres Tanah Karo AKP Enda Iwan Iskandar Tarigan didampingi Ketua DPD Walantara Kab.Karo Daris Kaban, sambil menceritakan pengalamannya saat bergabung dengan asosiasi peternak lebah madu semasa bertugas di Polres Tapanuli selatan. Minggu(31/01/2021).

Sambil memberikan pencerahan terkait tekhnik budidaya lebah yang baik dan benar kepada peternak lebah yang ada didesa kuta mbaru, Kec. Munte, Kab.Karo, Prov.Sumut. 

Akp Enda Tarigan juga menegaskan “Polri terus melakukan kegiatan gerakan ketahanan pangan demi menjaga stok nasional dan pemulihan ekonomi nasional perekonomian rakyat kecil, khususnya petani dan peternak di tengah situasi pandemi Covid-19. Sesuai arahan Bapak Presiden dan Bapak Kapolri, dampak Covid-19 tidak hanya kesehatan saja. Tetapi, dampak ekonomi juga dirasakan masyarakat,”Ujar kasat sabhara polres tanah karo yang ramah dan hobby berternak lebah madu murni ini.

Ditempat yang sama, Daris Kaban selaku Ketua DPD Walantara (Wahana lingkungan alam nusantara) Kab. Karo  juga menanggapi positif terkait program pengembangan pembudidayaan lebah madu kepada masyarakat, pihaknya juga  berharap agar masyarakat pedesaan yang ada dikabupaten karo dapat memanfaatkan potensi alam yang ada. 

“Usaha sampingan berternak lebah madu dapat menambah income/pendapatan bagi masyarakat di pedesaan disamping cara kerjanya tidak sulit pangsa pasarnya juga menjanjikan tanpa harus memerlukan modal yang banyak pada prakteknya, semoga dengan terbentuknya kelompok – kelompok peternak madu di kabupaten karo bisa mendapat dukungan dari dinas terkait sehingga nantinya banyak desa-desa di karo dijuluki sebagai “kampung penghasil madu”. Beber Daris

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *