Waaww..” Pegawai Dinas UPT Kehutanan Tahura “Takut Mati Konyol” Hadapi Mafia Perambah Hutan Jalan Jahe

Tanah Karo | Maraknya aksi penebangan kayu dan praktik illegal loging di kawasan hutan jalan jahe Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo Sumatera Utara sepertinya masih belum tersentuh hukum walaupun sudah kerap menjadi bahan sorotan publik.

Untuk melabui aparat keamanan, para mafia kayu melakukan aksinya pada malam hari, tak jarang terlihat truk-truk angkutan memuat kayu hasil tebangan yang sudah dijadikan bahan seperti balok dan papan tersebut dimuat secara manual ke bak truk ditengah malam dengan pengawalan ketat puluhan preman dilokasi memuat kayu. Hal itu dibuktikan pada saat tim awak media sedang melintas di jalan jahe tepatnya disekitar tugu kuliki (tugu elang) yang berbatasan dengan kawasan TNGL pada tanggal 4 Januari 2020 sekira pukul 23 : 30 wib.

Terkait penemuan kejahatan lingkungan tersebut, awak media langsung melaporkan ke aparat kepolisian polres tanah karo melalui sambungan telphone dan juga pesan singkat watshaap, namun tidak ada satupun aparat penegak hukum yang berhasil dihubungi pada malam itu. Alhasil upaya kami untuk menindak para pelaku ilegal loging di kawasan hutan jalan jahe pun kandas. 

Tak berhenti disitu, dengan memendam rasa kecewa terhadap aparat penegak hukum yang tak berhasil dihubungi malam kejadian itu, tim awak media mencoba menanyakan serta melaporkan temuan praktek ilegal loging di kawasan hutan jalan jahe tembus langkat, serta menanyakan tugas dan kewenangan pihak Polhut dan gawai Dinas UPT Tahura Bukit Barisan 

Salah seorang wanita berambut pirang yang bertugas sebagai pegawai dinas di instansi tersebut dengan nada tinggi mengatakan, 

” personil polhut di upt tahura  sangat minim hanya ada 4(empat) orang,  jika ada pun kegiatan pencurian kayu pada malam hari mana mau petugas kami mati konyol ditangan mereka,” Ujar pegawai wanita yang enggan menyebutkan namanya.

Ditempat yang sama Kepala Seksi Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan Upt Tahura BB, Fendi P Siadari kepada tim menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah pernah menahan alat berat di lokasi tersebut pada tahun 2017,namun hasilnya P19 (pengembalian berkas untuk di lengkapi). Namun Prihal laporan rekan-rekan, saya akan berkoordinasi dulu dengan pihak Dinas Provinsi untuk meminta bantuan, berhubung Personil Polhut di Kabupaten Karo sangat kurang. Jawabnya singkat

Sampai saat ini tim awak media belum mengetahui apakah truk pengangkutan kayu dan kayu hutan yang diduga kuat illegal tersebut sudah di lengkapi dokumen yang sah atau tidak.

Dilain tempat, kami mencoba meminta tanggapan dari lembaga aktifis pemerhati lingkungan dan menjabat sebagai Sekretaris DPD Walantara Kab.Karo Surya Kurniawan Rambe, pihaknya sangat menyesalkan stadmen/tanggapan seperti itu dari pihak dinas upt pengelolaan kawasan hutan tahura,

“Kalau memang dinas upt tahura dan aparat polhutnya tak mampu menindak para pelaku ilegal loging buat saja surat ketidak mampuan atau surat pengunduran diri dari jabatannya, untuk apa menerima gaji buta, difasilitasi oleh uang negara namun tak bisa menjalankan tugas dan tupoksi mereka (polhut-red) menduduki jabatan itu. Paling tidak mereka kan bisa melaporkan ke aparat penegak hukum atau ke ditjen gakkumdu LHK, bila mengetahui ada laporan masyarakat ataupun mengetahui adanya aksi ilegal loging ataupun kegiatan perambahan hutan. Bukan hanya bisa mengeluh dan takut untuk melaporkan.” Ungkap Surya Rambe kesal
(Eva)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *