Prihatin, Warga Sekitar TPA Cipeucang Tangsel Belum Pernah di Bantu Pemko

Tangerang Selatan | Hidup berdampingan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cipeucang, Kademangan, Setu memang penuh dengan resiko, bagaimana tidak puluhan tahun tinggal sekitar sampah Tangerang Selatan di buang di TPA sekitar 400 Ton tiap hari masuk dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa.

Sampah dari 7 Kecamatan Tangsel di buang ke TPA Cipeucang berasal dari restoran, hotel, sekolah, kantor, komersial, pasar dan pemukiman.

Agus Warga Kademangan RT 03/ RW 03, sekeluarga hidup berdampingan di TPA Ceupecaung, Setu Tangerang Selatan, keluhan warga arama tak sedap tiap hari sampai di di rumah, penyakit kulit, gatal”,ujarnya pada wartawan, Rabu, (26/1)

TPA ini berdampingan pemukiman warga, kadang ganguan air, lalat, aroma lagi busyet sampai di rumah,” tandasnya.

“Belum pernah ada perhatian pada warga sekitar dari Pemko Tangsel. Tolong perhatikan kesehatan dampak bagi kami!,”.

Menurutnya ada 20 Kepala Keluarga hudup sekitarnya yang terkena dampak.

Sarmin Yusuf juga keluhan berdekatan degan TPA ini tiap hari alat berat bongkar sampah tiap hari aroma menyengat, lalat sampai ke meja makan, meski begitu sudah biasa,” ujarnya.

Beliau berharap Pemko ada perhatian pada warga, ada kompensasi.

Ini belum sama sekali semenjak saya warga sin, saya sudah lama bermukim sebelum TPA ini ada, ujarnya

Pendi (54) warga yang sama selama 10 tahun di sini belum pernah ada perhatian pada warga, dampaknya kami langsung yang merasakan,” tambahnya.(Red)

Reporter : Janri Ginting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *