Komjen Pol Lystio Sigit Prabowo Layak Karena Prestasi Bukan Unsur Agama

Jakarta | Presiden RI Jokowi sungguh-sungguh serius, berkemauan kuat, dan bertekad bulat untuk memberitahukan dan mengingatkan ulang kembali bahwa NKRI ini adalah Rumah Besar Kerakyatan, Kebangsaan, Kenegaraan ; Rumah Besar Bersama sebagai Milik Bersama ; Rumah Besar yang Dijaga, Dikawal, Dirawat, Diorganisasikan Bersama.

Setiap warga negara Indonesia dan semua warga masyarakat Indonesia berhak dan bertanggungjawab menunaikan Tugas Pengabdian Kenegaraan.

Tidak boleh ada diskriminasi, tidak boleh ada pendekatan mayoritas dan minoritas. Tidak boleh ada pembedaan perlakuan dan perlakuan berbeda terhadap asal usul dan latar belakang kepemimpinan secara diskriminatif primordial.

Presiden RI Jokowi “berkomunikasi dan berpesan” kepada publik masyarakat nasional, regional, dan internasional bahwa Indonesia Maju mencalonkan dan mengangkat Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri. Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai warga negara Indonesia, sebagai anggota Polri, sebagai lulusan Akpol, sebagai perwira tinggi jenderal bintang tiga Polri, berhak dicalonkan dan diangkat menjadi Kapolri. Ini sama sekali jelas, tegas, dan confirm bahwa perihal ini bukan dan tidak berkaitan dengan perihal alumni angkatan tua dan muda serta NRP tua dan muda. Juga sama sekali jelas, tegas, dan confirm bahwa perihal ini bukan dan tidak berkaitan dengan perihal asal usul dan latar belakang seseorang.

Namun perihal ini adalah jelas, tegas, dan confirm berkaitan dan berintikan dengan “Bumi Indonesia sebagai Negara Pancasila”.

Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo merupakan jenderal yang sudah berpengalaman reserse dan intelijen dan berprestasi di berbagai medan pengabdian kenegaraan dan berbagai satuan penugasan kebhayangkaraan.

Pengalaman dan prestasi ini, pada dasarnya berbasis integritas, kualitas, kredibilitas, kapasitas, profesionalitas, dan loyalitas, yang mewarnai dan melekat pada kepribadian dan kepemimpinan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Sosok yang berkarakter, bersikap, berpendirian, berkomitmen, berkepribadian, kredibel, reformis, sederhana, tenang, bersahaja, familiar, berani, tegas, teguh, cerdas, tangkas, setia, tegak lurus, ariif, bijak, egaliter, solider, tidak diskriminatif, tidak meledak-ledak, tidak gaduh, tidak plin-plan, relatif pendiam, tidak terlalu mau dan tidak sering berbicara, hanya berbicara sekadarnya dan seadanya secara pokok dan hakiki, mampu membangun komunikasi politik, sosial, dan budaya dengan berbagai elemen dan kalangan eksternal Polri, tidak mau menonjolkan diri, dan sebagainya.

Berbagai Tokoh Muslim mengalir tak mempermasahkan soal nonmusim seperti
Organisasi kepemudaan NU, GP Ansor, pun berharap Kapolri baru kelak membenahi Korps Bhayangkara sehingga menjadi profesional. Salah satu persoalan saat ini yang disoroti GP Ansor adalah masalah rasuah dan suap.

“Di antara tugas utama yang patut menjadi perhatian adalah pembenahan organisasi Polri yang bersih dari tindakan rasuah dan suap,” ujar Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Mohammad Haerul Amri, (14/01)

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan pemilihan Kapolri merupakan hak dari presiden.

“Itu wewenang Presiden. Saya tidak banyak mengikuti figur di Polri,” kata Mu’ti.

Mu’ti enggan berkomentar terkait latar belakang Listyo sebagai nonmuslim.

Organisasi sayap Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah menyatakan pihaknya menantikan proses uji kepatutan dan kelayakan atas Listyo yang akan dilakukan di Komisi III DPR RI.

Ulama kharismatik Kabupaten Lebak KH Hasan Basri mendukung Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai calon kapolri menggantikan Jenderal Idham Aziz yang akan memasuki
masa pensiun, karna menurutnya semenjak Kapolda Banten beliau sering berkunjung silaturahmi.

Ketua Majelis Ponpes Salafiyah (MPS) Banten, KH Martin Syarkawi mengungkapkan, Listyo Sigit merupakan sosok perwira tinggi Polri yang memiliki hubungan dekat dengan banyak kalangan.

Saat menjabat sebagai Kapolda Banten, Listyo Sigit menunjukkan kepeduliannya terhadap keberadaan pondok pesantren (Ponpes) di provinsi tersebut. Salah satunya terkait bagaimana membangkitkan ekonomi dan kemandirian ponpes salafiyah.

Tokoh Masyarakat Banten KH. Embay Mulya Syarif. Dia mengaku sangat mendukung penuh jika Kabareskrim Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri.

“Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo mempunyai hubungan yang baik dengan semua kalangan tanpa harus membeda-bedakan. Hal itu dibuktikan saat menjabat sebagai Kapolda Banten,” kata Embay Mulya Syarif, Kamis, 14 Januari 2021.

Saat menjabat Kapolda Banten, lanjut Embay, sosok Listyo dikenal rajin bersilaturahmi dengan para kiai pengasuh pesantren dan ulama di Banten. Red

Penulis :Janri Ginting (Pewarna Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *