HABIB ALI BIN ABDURAHMAN ASSEGGAF MENINGGAL DUNIA


Jakarta. Tersyiar Kabar Berita Duka Wafatnya Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf, Pengasuh Majelis Taklim dan Yayasan Al-Affaf, Bukit Duri, Tebet Utara, Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Holistic, Purwakarta, Jawa Barat pada Jumat, 15 Januari 2021, Mengangetkan Umat Islam, baru saja selesai penguburan Habib Syech Ali Jaber di Cipondoh Tangerang, Menyusul tersyiarnya kabar duka dari Ulama-ulama Kalangan Habaib Indonesia. Tentunya hal ini mengundang perhatian umat muslim Indonesia Khususnya para pecinta habaib diseluruh Indonesia.
Sejak Tersebarnya berita Wafatnya Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf, Pelayat Dari Seluruh Jabodetabek Berdatangan Kekediamannya Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf sejak sore, padahal Jenazahnya Masih berada di RS. Holistic – Purwakarta, para petugas polisi sejak sore sudah memblokade wilayah jalan Tebet Raya dan Tebet Utara untuk menghalau dan menghimbau agar para pengikut Habib tidak usah datang memadati kediaman Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf, Namun tak terelakan kerumunan massa tetap terjadi. Tentunya suasana ini sangat memprihatinkan disaat Jakarta Masih berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi mencegahnya penularan COVID 19, Pada akhirnya Polisi dan Petugas lainnya membubarkan serta memulangkan para pelayat pengikut Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf.
Sekitar Dini Hari Pukul Satu, Iring-iringan Ambulan Jenazah Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf Datang dan langsung menuju rumah duka Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf untuk disemayamkan, dimandikan dan dikafankan sebagaimana layaknya.
Dikatakan oleh perwakilan keluarga Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf, pada para wartawan yang hadir Bahwa Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf, Wafat karena sakit, yang memang sudah cukup lama beliau derita.
Setelah diketahui Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf, Akan dimakamkan dipemakaman Habib Kuncung, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan.
Sejak pagi hari para pelayat sudah berdatangan memadati sehingga para jamaah pelayat Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf yang jumlahnya ribuan, menyemuti wilayah pemakaman Habib Kuncung, Meskipun Ketua Umum PA21 dan Panitia Keluarga Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf sudah menghimbau agar para pelayat dan pengikutnya Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf tidak dating berkerumun “cukup berdoa dan sholat ghaib saja dari rumah masing-masing”, berkata pada Wartawan Mahaganew.com, Iwan.Pj. Sabtu (16/01/2021).
Namun pelayat sudah datang di permakaman Habib Kuncung, Rawajati, sejak pagi hari. Pukul 08.30 WIB, pria-pria yang mayoritas berpeci putih sudah memadati jalanan depan makam. Kerumunan sudah terjadi.
Petugas gabungan TNI-Polri terlihat bersiaga mengurai kepadatan. Tujuannya supaya mobil jenazah dapat melintas masuk ke area pemakaman.
“Kami minta antum setelah pemakaman, mau ziarah, mau tahlil, mau Yasin, silakan. Sekarang saya minta tahan dulu. Karena keluarga belum sampai ke pemakaman. Antum pun masuk akan ditutup, percuma. Jadi, setelah pemakaman selesai, antum bisa ziarah,” kata seorang pria yang berbicara dari atas kursi kepada kerumunan orang di sini.
Orang-orang di sini sempat dorong-dorongan karena sama-sama berusaha masuk ke area permakaman. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Polisi meminta para pelayat mundur.
Saat Mobil yang membawa jenazah Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf
Selanjutnya, mobil yang membawa jenazah Habib Ali, tiba di lokasi:
Ribuan pelayat yang merupakan pecinta habaib telah “menyemut” di lokasi. Mereka nampak bersalawat, bertakbir, dan berdoa seraya menunggu kedatangan jenazah Habib Ali.
Bahwa diantaranya ada yang berusaha memerapat dirinya ke mobil untuk memberikan salam penghormatan terakhirnya kepada Almarhum Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf, wujud dari rasa cinta atau Mahabahnya mereka pada Zuhriah rosul ini, dengan rasa sedih bercucuran air mata merengkuh dan memeluknya mobil jenazah tersebut secara bergantian sepanjang menuju ke area pemakaman, yang lokasinya berdekatan dengan Makamnya Almarhun Habib Munzir Almusawa, Pimpinan Majelis Rasulullah. Jenazah Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf selesai dimakamkan pukul 11.50 Wib, Prosesi pemakaman selesai, para pelayat berangsur-angsur pulang juga kepadatan kendaraan motor dan mobil mulai mengurai kepadatan wilayah ini. Meskipun masih terlihat ada yang bertahan dan bahkan ada juga yang baru datang. Siang hari itu juga, petugas pemadam kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di sekitar lokasi yang berdekatan dengan area Masjid Jami At-Taubah ini. Tujuannya, meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19. Pada sore harinya, peziarah berdatangan meski tidak menimbulkan kepadatan seperti pagi beberapa jam sebelumnya. Hingga saat ini berita ini diturunkan, Area Makam Habib Kuncung terus didatangi para penziarah yang ingin mendoakan secara langsung didepan kuburan Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf, Subhanalloh, Demikian besarnya mahabah para pecinta (Zuhriah) keturunan Rosulloh, Habib Ali bin Abdurahman Asseggaf , Pengasuh Majelis Taklim dan Yayasan Al-Afaf, Bukit Duri, Tebet Utara, Habib Ali lahir di Bukit Duri, Jakarta, pada 1945. Dia adalah putra pasangan Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf dan Hj Barkah binti Ahmad Fusyani.
Habib Ali adalah seorang kader Banser yang aktif pada zaman Gestapu. Habib Ali biasa dipanggil Sayyidil Walid. Dia adalah mubalig di Jakarta yang rendah hati, bersahabat baik dengan semua kalangan lintas ormas.
Habib Ali Bin Abdurahman Asseggaf adalah Tokoh ulama yang dikagumi dan Kharismatik, Sangat banyak penggangumnya serta simpatisannya Seperti layaknya para Tokoh-tokoh Kiyai-kiyai didaerah lainya, terbukti, rasa saying dan cintanya para simpatisan antusias hadir dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, berharap masyarakat dapat terus menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan apapun. Mulai dari kegiatan keagamaan hingga peristiwa duka seperti meninggalnya seorang tokoh agama ini. Mahaganews (Iwn.Pj. Sabtu,16/01/2021)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *