Curi 5 Kaleng Susu dan 2 Tabung Gas Ukuran 3Kg Seorang Pelaku Berstatus Pelajar Ditahan Disel Polsek Sunggal

MEDAN | Kasus pencurian 5 kaleng susu kental manis dan 2(dua) tabung gas elpiji ukuran 3 kg milik korban a.n Apriliani Nur (korban/pelapor) di Desa Tanjung selamat, Kec.Sunggal, Kab.Deliserdang, Prov. Sumatera utara hingga saat ini belum didapat kejelasan dari pihak korban prihal permohonan damai dari keluarga terlapor.

Terhitung sejak 24 desember 2020 sampai sekarang, RF (17) status pelajar di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di kota medan, masih ditahan disel tahanan polsek sunggal ditangkap personil unit reskrim polsek sunggal berdasarkan surat printah penangkapan nomor: SP.Kap/713/XII/RES 1.8/2020/ Reskrim.

Pelaku RF(17) yang masih berstatus pelajar ini, sebelumnya adalah anak yang tak banyak tingkah dan belum pernah terlibat kasus kejahatan lainnya. Terduga tersangka RF melakukan pencurian karna dipengaruhi temannya ber inisial JM (23) warga Jalan duren pondok indah, Desa tanjung anom, Kec. Pancur batu, Kab.Deliserdang, Prov.sumut. 

Tak berhenti disitu, polisi juga mengamankan seorang penadah barang hasil curian ber marga Surbakti. Hal itu diketahui berdasarkan penuturan Suryani (ibu kandung) RF dan ditemani seorang kakak kandung terduga tersangka RF, saat diminta keterangan oleh awak media di Halaman parkir Mapolsek sunggal. Selasa (05/01/2021) sekitar pukul 11 : 30 wib

Sambil meneteskan air mata, Suryani (ibu kandung terduga tersangka RF) yang kesehariannya berprofesi sebagai pedagang sayur di pajak simpang melati ini, menandatangani selembar surat permohonan penangguhan penahanan bermaterai 6000 yang ditujukan langsung ke kapolsek sunggal Kompol Yasir Ahmadi SH, S.IK, MH dan disampaikan melalui juru periksa di mapolsek sunggal.

Berharap dengan adanya surat permohonan pengajuan penangguhan penahanan terhadap anaknya (RF) dapat diterima dan bisa dibebaskan walaupun bersyarat, mengingat saat ini masih berstatus pelajar dan saat ini harus mengikuti pelajaran daring dari guru sekolahnya. 

Dirinya juga sudah beberapa kali mencoba ber etikad baik untuk melakukan upaya damai dan berniat untuk mengganti kerugian korban/pelapor a.n Apriliana nur yang beralamat di Jln.karya jaya Gg.metrologi No.21 Medan. Namun yang bersangkutan (korban) tidak dapat ditemui, bahkan setelah ditanya ke warga dialamat tersebut mengaku tidak mengetahui pemilik nama yang dimaksud.

“Saya sudah mencoba mendatangi ke alamat korban/pelapor namun tidak pernah bisa ketemu dengan yang bersangkutan, pernah juga saya menghubungi korban/pelapor melalui sambungan telphon ke nomor kontaknya untuk meminta maaf dan bermaksud ingin mengganti kerugian korban, namun pihak korban menyarankan agar berkordinasi dengan pihak kepolisian. ” selesaikan saja sama abang saya pak wakapolsek buk, karna masalah ini sudah saya serahkan ke abang itu”, ujar ibu kandung RF menirukan jawaban korban melalui sambungan telpon.

Saat awak media mencoba mengkonfirmasi kapolsek sunggal Kompol  Yasir Ahmadi SH, S.IK, MH terkait permohonan penangguhan penahanan terduga tersangka RF, melalui pesan singkat waatshaap, pesan yang dikirim masuk dan terbaca namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban dan tanggapan dari kapolsek. 

Terkait kasus ini, diduga kuat ada interfensi dari wakapolsek sunggal AKP Suardiman. Pasalnya santer terdengar isu bahwa korban/pelapor masih ada hubungan dekat dengan wakapolsek sunggal, sehingga terkesan ada unsur mempersulit permohonan dari keluarga terlapor.

(Daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.