Ilegal Loging “Marak” Di Kec. Merek, Dinas KPH XV Wilayah Karo Tarkesan Tutup Mata

Ket Foto : 1(satu) unit Truk Kingkong bermuatan glondongan kayu pinus tak kantongi dokumen surat izin resmi saat ditemukan tim aktivis pemerhati lingkungan DPD walantara karo di jalan lintas Tigapanah -Merek.

TANAH KARO | Lagi – lagi aksi perambahan hutan masih marak terjadi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab tanpa memikirkan dampak kerusakan lingkungan dan bencana alam yang sewaktu waktu dapat mengancam keselamatan jiwa manusia.

Hal itu diungkap oleh tim aktivis pemerhati lingkungan DPD Walantara (wahana lingkungan alam nusantara) Kab.Karo saat melakukan ivestigasi, pihaknya menemukan kegiatan aksi ilegal loging dan perambahan kawasan hutan lindung yang diduga kuat ilegal karna tak dilengkapi dokumen/izin rekomendasi dari instansi terkait. Tepatnya  di Dusun Aek hotang, Desa pengambatan, Kecamatan Merek, Kab.Karo, Prov.Sumut. Pada hari Selasa,(22/12/2020)

Menurut Daris Kaban yang menjabat sebagai Ketua DPD Walantara Karo kepada awak media membenarkan terkait penemuan nya tersebut dan mengatakan 

“Awalnya satu unit truk kingkong bermuatan kayu pinus kami temukan dalam keadaan rusak di jalan lintas tigapanah -merek, saat kami tanya terkait surat izin angkutan kayu dan dokumen lainnya, sang supir truk kingkong tersebut tak dapat menunjukkan da mengaku bahwa kayu yang diangkutnya berasal dari kawasan hutan sekitar dusun aek hotang Kec.Merek. Karna si supir truck tak dapat menunjukkan dokumen resminya, kami  menggiring truk tersebut ke mapolsek tigapanah dan berharap agar aparat kepolisian dapat melakukan penindakan serta mengamankan sementara truk kingkong tersebut,” Ujar Daris

“Kami menduga terkait adanya kegitan ilegal loging ini sudah diketahui oleh Dinas KPH XV Wilayah Kabupaten Karo. Namun sayangnya mereka terkesan tutup mata dan patut kita duga ada kerja sama dengan pelaku perambah kawasan hutan di kecamatan merek. Pasalnya, saat tim melaporkan temuan tersebut melalui sambungan telphone  ke nomor kontak salah seoràng petugas polisi kehutanan (PolHut) bermarga Munte yang berdinas di KPH XV , pihaknya seolah tak mau tau dan enggan untuk datang kelokasi saat tim menyuruhnya datang untuk menindak truk kingkong yang bermuatan glondongan kayu pinus dengan beralasan dirinya sedang menghadiri pesta adat. Sementara ketika dihubungi nomor kontak Jaka Hubayanta, S.Hut yang memjabat sebagai  Kepala KPH XV Wilayah Kabanjahe tidak dapat tersambung dan ternyata pihaknya telah memblokir nomor hp saya,” Ujar Daris kesal

“Ingin mengetahui pasti situasi dan keadaan di lokasi asal pengambilan kayu, tim walantara langsung bergerak menuju lokasi yang dimaksud, sampai dilokasi kawasan hutan lindung di dusun aek hotang, kec.merek, kami pun tercengang melihat puluhan pohon kayu pinus sudah porak poranda alias (tumbang) ditebang oknum yang belum diketahui indetitasnya dan hanya bisa melihat tongkol baru bekas  penebangan kayu. Sayangnya saat para pelaku penebang kayu hutan tersebut mengetahui tim datang kelokasi, pelaku langsung melarikan diri ke kawasan hutan,” Bebernya

Daris menambahkan, “walantara karo akan segera menyurati dan melaporkan temuan ini ke aparat penegak hukum seperti Polres Tanah Karo, Kejaksaan Negeri Karo dan Dinas Kehutanan Provinsi sumut  untuk mengusut siapa dalang dibalik perambahan kawasan hutan lindung tersebut. Tak hanya sampai disitu, kami juga akan mengirimkan laporan resmi ke Kementrian LHK RI dan ke Direktorat jendral penegakan hukum (Ditjen Gakkum KLHK). Hal itu kita lakukan sebagai upaya menyelamatkan kelestarian hutan demi menjaga keseimbangan alam agar tetap terjaga, untuk itu kita berharap agar penegakan supremasi hukum dapat dilakukan oleh aparat yang berwenang. Tujuan utama kita memberikan efek jera bagi para mafia-mafia perambah hutan.” Tegasnya

(Adil Gtg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *