DPD RI DR.Badikenita Putri Br Sitepu SE, M.Si Narsum Empat Pilar Kebangsaan Ke Ratusan Pendeta GBKP Di Karo

Ket foto : Anggota DPD/MPR RI, Komite 1 Dr. Badikenita Putri br Sitepu SE, M.Si didampingi Sekum Moderamen GBKP Pdt Repelita Ginting saat sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.

Tanah Karo | Minggu (13/12/2020) mulai pukul 15 : 00 wib bertempat di aula gedung PPWG GBKP Zentrum, Kabanjahe, Kab.Karo, Prov.Sumut. Untuk kesekian kalinya dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD/MPR) RI, Dr. Badikenita Putri br Sitepu SE, M.Si hadir sebagai narasumber dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan dihadapan ratusan pendeta GBKP se-Kabupaten karo.

Tak kurang dari 100-an berprofesi sebagai pendeta dan pelayan gereja GBKP dari berbagai kecamatan hadir mengikuti sosialisasi yang dihadiri Badikenita selaku narasumber sosialisasi empat pilar kebangsaan dilaksanakan sesuai dengan UU No. 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3). Serta Peraturan MPR RI No. 1/2011 tentang Tata Tertib MPR RI.

Dihadapan ratusan pendeta gbkp, dirinya mengatakan bahwa empat pilar kebangsaan dimaksud terdiri atas Pancasila yang merupakan ideologi negara. Lalu, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) jadi bentuk negara serta Bhinneka Tunggal Ika yang tak lain adalah semboyan negara.

Adanya 4 Pilar Kebangsaan tersebut juga untuk membuat rakyat Indonesia dapat hidup dengan aman, nyaman, sejahtera, tenteram dan terhindar dari berbagai gangguan dan bencana.

Badikenita menambahkan, “4 Pilar Kebangsaan sendiri dicetuskan oleh Taufik Kiemas yang saat itu menjabat sebagai Ketua MPR tahun 2009 yang terpilih secara aklamasi. Ketika itu, Taufik Kiemas melakukan pertemuan dengan ketua fraksi di MPR untuk membuat sebuah program sosialisasi UUD 1945 dan Pancasila.

Dalam kesempatan itu juga diadakan sesi tanya jawab antara Badikenita dengan para peserta yang mayoritas berprofesi sebagai pendeta. Diharapkan, melalui sosialisasi tersebut persatuan dan kesatuan di antara masyarakat dapat selalu terjaga dan kondisi kantibmas tetap terjaga apalagi menjelang perayaan natal dan tahun baru. Pungkasnya

(Daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *