SAT UNIT RESTIK Mapolres bengkalis lumpuhkan jaringan penyeludupan Narkotika jenis Shabu Asal Malaysia

Opsal Polres Bengkalis memperoleh dan mendapati informasi bahwa benar terdapat kegiatan penyelundupan Narkoba jenis Shabu asal Malaysia yg masuk ke wilayah Bengkalis. Kemudian dilakukan penyelidikan oleh Polsek Bantan dan Bengkalis di sekitar Jl. Gatot Subroto Kota Bengkalis.
Selanjutnya pada pukul 21.00 wib bersama dgn Sat Narkoba Polres Bengkalis dibawah pimpinan Wakapolres Bengkalis Kompol Rony Syahendra SIK, M.Si telah dilakukan penggeledahan terhadap sebuah rumah milik Tsk. MRF Als Nando di Jl. Gatot Subroto Gg. Sahabat Kel. Rimba Sekampung Kec. Bengkalis Kab. Bengkalis. Hasil penggeledahan ditemukan 2 tas diatas meja yg berisi diduga Narkoba jenis Shabu sebanyak -19 bungkus Shabu yang dibungkus teh cina.
-550 gram Shabu dalam bungkus teh Cina.
-1 unit motor Scoopy warna putih.
-1 Unit Handphone merk Xiomi 4 no Hp :087883191404
-1Unit Handphone merk Iphone 11 warna hitam dan berhasil diamankan Tsk Nando.
Nando mengakui barang bukti Shabu dalam tas tsb merupakan miliknya yang diterima dari RR Als Vido pada hari Rabu tanggal 28 Oktober 2020 sekira pukul 20.00 Wib di rumah Vido. Selanjutnya barang bukti tsb disimpan dirumahnya. Rencananya barang bukti itu akan diantar kembali ke Tsk Vido pada hari Kamis pagi tanggal 29 Oktober 2020 atas perintah Vido.
Kemudian pada hari Kamis sekira pukul 01.30 wib dilakukan penangkapan terhadap Tsk Vido dirumahnya Jl. Bengkalis Gg. Cikmas Ayu Kel. Rimba Sekampung Kec. Bengkalis kota Bengkalis. Dari tangan Vido diamankan barang bukti alat komunikasi Handphone dan sepeda motor miliknya. Vido mengakui bhw barang bukti Sabu tsb memang benar miliknya yg dititipkan ke Nando untuk disimpan sampai menunggu petunjuk dari Rio Rizky alias Dedek. Vido menjemput barang bukti sabu dgn AD ( dalam lidik ) pada hari Selasa sekira pukul 01.00 wib di rumah Dedek Jl. Pramuka Bengkalis.
Selanjutnya sekira pukul 03.00 wib dilakukan penangkapan terhadap Tsk Dedek di dalam sebuah bengkel Jl. Pramuka Desa Air Putih Kota Bengkalis. Dalam pengakuannya, barang bukti Shabu tsb diterima pada hari Senin tgl 26 Oktober pukul 21.00 wib di lokasi kolam renang Bengkalis sebanyak 20 bungkus dalam 2 tas dari seorang laki-laki yg tidak dikenal atas suruhan Tsk A(dalam penyelidikan Kemudian barang tsb disimpan terlebih dahulu di pondok durian belakang rumahnya sebelum diserahkan kepada Vido dan AD.
Awalnya Pada hari Minggu tanggal 25 Oktober 2020 sekitar pukul 11.00 wib A menghubungi Dedek untuk minta tolong membawakan barang bukti Shabu. Setelah ditanyakan kpd AD dan menyetujuinya, barang bukti Shabu diserahkan kepada AD dan Vido. Untuk upah yg diterima belum ada diterima oleh Dedek, Vido dan Nando menunggu pembagian dari AD setelah ditransfer oleh A.
Guna mengelabui perhatian, atas perintah A, Dedek membuang 1 bungkus teh Cina yg berisi sekitar 550 gram Shabu di sekitar dinding stadion Bengkalis dan selanjutnya memberitahukan kepada teman2 nya tentang adanya orang yang membuang bungkusan hitam disekitar dinding stadion Bengkalis sehingga warga sekitar TKP dan ketua RT melaporkan kejadian tsb kepada anggota Polres Bengkalis.
Pada hari Kamis tgl 29 Oktober 2020 sekira pukul 01.00 wib ADI menghubungi Dedek agar AD diganti saja sambil menunggu kabar dari A. Dedek tidak megetahui dimana keberadaan A, karena mereka tdk pernah bertemu secara langsung dan hanya berkomunikasi melalui aplikasi Whats’app. Untuk nomor Whats’app yg digunakan A memakai nomor Malaysia yakni : +60172977431.
Tsk Dedek, Vido dan AD mengakui bhw sebelumnya sekitar bulan Mei 2020 jg pernah pernah membawa narkotika jenis Shabu milik A sebanyak 11 kg dgn upah yg didapat perkilo sebesar Rp. 10 juta ( total Rp. 110 Juta ) dengan rincian sbb :
Dedek sebesar Rp. 20 juta
Vido sebesar Rp. 26 juta
AD sebesar Rp. 64 juta
Pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2020 sekira pukul 16.00 Wib dilakukan penggeledahan di rumah A Jl. Panglima Minal Gg. Samasir Kel. Air Putih Kec. Bengkalis guna mencari keberadaan A. Hasil penggeledahan tidak ditemukan A didalam rumah tsb. Hingga saat ini masih dilakukan penyelidikan terhadap keberadaan Tsk A dan Tsk AM di wilayah Bengkalis.
Tersangka NANDO sebagai Kurir suruhan VIDO untuk mengantar dan penyimpan barang.

  • Peran Tsk. VIDO dan AD (lidik) sebagai kurir A untuk membawa barang ke Pekanbaru.
  • Peran Tsk A ( DPO ), sebagai pengendali / pemilik barang bukti.

(j.nst/riau)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *