Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Sumut Dan Kontraktor Pelaksana Abaikan Standart Keselamatan Pengguna Jalan

Tanah Karo | Pelaksanaan kegiatan proyek dengan judul pelabaran jalan penabahan jalur Mulai Sp Ujung aji – Kabanjahe dengan menelan anggaran lebih kurang Rp 13 Miliar bersumber dari APBN T.A 2020  dan  selaku kontraktor pelaksana PT Morganda tersebut dinilai tak memenuhi standar keselamatan pengguna jalan.

Keselamatan pekerjaan jalan adalah ketentuan tentang rambu, pagar keselamatan, delineasi, dan perangkat keselamatan lainnya untuk memastikan resiko pengguna jalan dan pekerja pada lokasi pekerjaan jalan, sekecil dan sepraktis mungkin yang wajib diperhatikan.

Seperti kejadian yang dialami pengendara mobil jenis kijang kapsul (warna hitam) ber nomor polisi BB 1496 YB dikemudikan oleh warga asal tiga lingga, yang mengalami kecelakaan akibat tidak ada nya rambu-rambu yang terpasang diproyek pengerjaan pelebaran dan penambahan ruas jalur di sekitar lokasi proyek tersebut. Senin (26/10/2020) pagi sekitar pukul 9 : 00 wib 

Sesuai penuturan S Sinuhaji (45) saksi mata saat dilokasi kejadian yang berhasil dimintai keterangan oleh awak media menuturkan ,
“Saya melihat mobil kijang kapasul yang datang dari arah berastagi menuju kabanjahe tepatnya di depan exs pajak raya atau sekitar asrama kodim 0205/TK, pengendara tak mengetahui bahwa sudah ada pembatas jalan yang terbuat dari beton, sehingga kenderaannya mengankangi trotoar pembatas jalan yang baru di buat namun tidak terlihat terpasang tanda atau rambu-rambu peringatan,” Ujar sinuhaji

Sinuhaji menambahkan, Seharusnya pihak kontraktor menjamin keselamatan di lokasi pekerjaan jalan dan harus diprioritaskan dalam setiap proyek pembangunan atau pemeliharaan jalan, sejak proses perencanaan dimulai, hingga proyek fisik selesai.

Oleh karena itu, manajemen lalu lintas pekerjaan jalan memerlukan standar keselamatan lebih tinggi daripada di jaringan jalan. Misalnya, bila ada penutupan atau penyempitan lajur, berbagai perubahan geometrik yang sering atau tiba-tiba, harus didesain mempertimbangkan kecepatan, perlunya peringatan dini dan delineasi untuk memberikan peringatan dan panduan yang jelas bagi pengguna jalan dan juga diperlukan pengenalan perubahan geometrik pada setiap langkah atau tahap.” Ungkapnya kesal


 Lebih rinci dijelaskan sinuhaji bahwa rambu dan berbagai perangkat yang digunakan pada pekerjaan jalan adalah bentuk komunikasi penting untuk pengguna jalan. Perambuan yang rasional dan konsisten pada lokasi pekerjaan, keselamatan pekerja dan pengguna jalan akan terancam,

Tujuan manajemen lalu lintas dan perambuan yang efektif dan berkeselamatan pada pekerjaan jalan adalah:- memberikan lingkungan kerja yang berkeselamatan bagi pekerja di lapangan;- memperingatkan pengguna jalan dan pejalan kaki yang mendekati pekerjaan jalan- memandu pengguna jalan untuk melintasi,melewati, atau mengelilingi lokasi pekerjaan dengan berkeselamata- meminimalkan ketidaknyamanan para pengguna jalan dan- meminimalkan ketidaknyamanan bekerja di lokasi pekerjaan jalan.

Kalau prihal tersebut diperhatikan maka angka kecelakaan dapat diminamilisir, biasanya faktor kecelakaan yang kerap terjadi saat adanya kegiatan pembangunan jalan disebabkan oleh kelalian pihak pengawas kegiatan, kontraktor pelaksana yang tidak melengkapi peralatan rambu-rambu peringatan terhadap pengendara, terangnya

Masih menurut sinuhaji, “seharusnya peran polisi lalulintas juga perlu dilibatkan dalam mengatur lalukintas disaat ada kegiatan proyek dijalan nasional dan menegakkan peraturan lalu lintas sehingga kecelakaan berkurang. Terkait kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian pihak kontraktor pelaksana ini adalah tanggung jawab mutlak mereka dan wajib menanggung semua ganti rugi yang diderita korban.” Beber S Sinuhaji yang juga mantan ahli tehnik pengerjaan jalan ini kepada awak media.

Terkait kejadian tersebut di konfirmasi melalui pesan singkat Waatshaap ke nomor kontak milik Aidil Sahrul selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) , pihak nya mengatakan, 


“terimasih atas perhatiannya bapak…… kita akan tinggkatkan pengamanan dan perintahkan peyedia jasa untuk menambah rambu-rambu agar kejadian tidak terulang, terkait penyelesaian dengan korban saya koordinasi dulu ke penyedia jasa,” balasnya singkat
(Daris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *