Poldasu Berhasil Ungkap Identitas Mayat Mr X Yang Ditemukan Tewas Di Jurang Desa Doulu “Motifnya Terkait Hutang Judi Online”

Ket foto : Konfrensi pers pengungkapan kasus pembunuhan. Oleh Direktur Kriminal Umum, Kombes Pol Irwan Anwar didampingi, Kasubdit 3, Kompol Taryono di depan gedung Kriminal Khusus Polda Sumut.

MEDAN|Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut berhasil mengungkap identitas mayat Mr X dan telah diketahui atas nama Jefri Wijaya alias Asiong (38) warga Sunggal, Medan. Yang ditemukan tewas lalu jasadnya dibuang ke jurang kawasan hutan Desa Doulu, Kec.Berastagi Kabupaten Karo. Pada hari Jumat,(18/09/2020) lalu sekira pukul 11.30 wib.

Hal itu dipaparkan saat acara konfrensi pers yang digelar Kapoldasu Irjen Pol Martuani Sormin melalui Direktur Kriminal Umum, Kombes Pol Irwan Anwar didampingi, Kasubdit 3, Kompol Taryono di depan gedung Kriminal Khusus Polda Sumut, Rabu ( 23/9/2020) pukul 14:00 WIB.

Ket foto : Identitas JW (38) warga sunggal, Medan Korban pembunuhan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan banyak tersangka yang diamankan.

“Dalam kasus ini pelakunya lebih dari 10 orang,” kata Kombes Pol Irwan Anwar saat memimpin pengungkapan kasus di Mapolda Sumut, 

Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, saat ini polisi sudah menangkap 7 orang pelakunya. Polisi juga masih melakukan pengembangan, untuk menangkap pelaku lainnya yang masih buron. Dugaan pembunuhan terkait utang piutang judi online.

Terkait keterlibatan oknum aparat, Kombes Irwan Anwar membenarkan ada satu oknum, namun ditangani oleh instansinya.

“Apakah ada oknum? Saya jawab ada. Sudah ditangani instansinya,” sebutnya

Dalam proses pembunuhan terhadap Jefri Wijaya, para tersangka dijanjikan belasan juta rupiah.

“Para tersangka ini dijanjikan uang Rp 15 juta per orang. Untuk uang tersebut, belum sempat dibayarkan,” katanya.

Ket foto : Jasat koraban JW alias Asiong (38) saat proses efakuasi oleh Personil Satreskrim Polres Tanah karo dan Polsekta Berastagi dari jurang kawasan hutan desa Doulu.

Pihaknya juga menerangkan bahwa,  “kejadian bermula pada 17 September 2020 pagi, salah seorang pelaku mengajak pelaku lain terkait hutang piutang judi online sebesar Rp766 juta kepada korban. Kemudian, pada siang harinya, bersama pelaku lainnya menemui korban menggunakan mobil Daihatsu Terios warna hitam (Nopol dibuang oleh pelaku) di daerah pintu Tol Bandar Selamat Medan.

Selanjutnya dengan mobil tersebut, para pelaku menuju Marelan sambil mengintimidasi korban di dalam mobil dan berhenti di daerah tanah garapan kemudian masuk ke sebuah gudang tembakau milik  Welli (salah satu pelaku). Lalu  di gudang tersebut korban dipukuli dengan menggunakan selang, tangan diikat, mata ditutup lakban serta diinjak pada bagian dada dan perut, sehingga korban berteriak keras,” Ujar Kombes Pol Irwan Anwar

Lanjutnya lagi, pada sore harinya korban dibawa dengan menggunakan mobil Terios ke rumah kontrakan yang berjarak 1 Km dari gudang tembakau tersebut kemudian dianiaya oleh para pelaku dengan cara memasukkan air ke mulut korban dengan gayung.

”Di rumah kontrakan tersebut terlihat korban tidak bergerak lagi, korban sudah meninggal. Kemudian pada pukul 18:30 WIB jenazah korban dibawa dengan mobil Terios ke daerah hutan di Tanah Karo, dan dibuang ke jurang sekitar 50 meter dari pinggir jalan. Kemudian untuk menghilangkan jejak mobil Terios disembunyikan di bengkel mobil di daerah Jalan Karya Jaya, Medan Johor,” terangnya

Polda Sumut berhasil mengamankan barang bukti berupa 1(satu) unit mobil Terios milik korban, dan 2(dua) unit mobil Avanza milik pelaku, 3(tiga) HP milik korban, 8 (delapan) Hp dalam keadaan rusak, dan 1 helai seprai.” Beber Kombes Pol Irwan Anwar kepada sejumlah awak media.

(DK/Leo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *