Mesin Judi Ikan-Ikan Marak Desa Tanjung Merahe Polsek Kuta Buluh “Cuex”

Ket foto : Mesin ketangkasan judi ikan ikan bebas beroprasi ditengah pemukiman warga, di Desa Tanjung Merahe, Kec.Kuta Buluh, Kab.Karo. Prov.Sumut. Masih Bebas beroprasi.

Tanah Karo| Bisnis perjudian modus ketangkasan yang kerap disebut mesin ikan-ikan seolah olah dibiarkan begitu saja beroprasi tanpa memikirkan dampak buruk terhadap masyarakat sekitarnya. Efek dari kegiatan yang bertentangan dengan Hukum itu terkesan dibiarkan beroprasi oleh Polsek Kuta Buluh, sehingga tidak berani menindak tegas bandar, pemain maupun pemilik lahan yang mengijinkannya.

Anehnya walau sudah dilaporkan hingga saat ini belum ada upaya dari Kapolsek Kuta buluh, Kab.Karo dalam menindak tegas kegiatan tersebut walau sudah beberapa kali dilaporkan tokoh agama maupun tokoh masyarakat setempat.

Bahkan sudah beberapa kali awak media mencoba mengkonfirmasi melalui pesan singkat watshaap ke nomor kontak miliknya , namun AKP Iswadi yang menjabat sebagai Kapolsek Kuta Buluh pihaknya hanya menjawab “Siap pak, kami akan terus berusaha untuk menindaknya.” Ujarnya singkat

Diketahui berdasarkan laporan masyarakat setempat yang enggan namanya ditulis mengatakan,

“judi mesin jacpot ikan -ikan tersebut beroprasi di tengah pemukiman warga padat penduduk, kami merasa resah karna banyak anak-anak pelajar yang ikutikutan bermain judi ikan-ikan tersebut dan yang paling dirasa dampaknya adalah kaum ibu – ibu, karna dampak adanya lokasi perjudian tersebut tak jarang para suami betah dirumah maupun beraktifitas ke ladang, ada berjumlah 5 unit beroprasi bebas dikedai kopi milik Dustri Bangun yang lokasinya dekat dengan balai desa (jambur umum) di Desa tanjung merahe, Kecamatan Kuta Buluh, Kabupaten Karo, Provinsi Sumut,” keluhnya 

Dirinya menambahkan, “saya berharap agar hal ini menjadi perhatian bapak Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono SH, SIK , agar segera menutup lokasi judi yang sangat meresahkan tersebut, karna bila hal ini dibiarkan kami khawatir akan berdampak buruk bagi generasi muda di kampung kami.” Pungkasnya


(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *